Diprediksi Meningkat, Aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk Digalakkan

Ilustrasi nyamuk DBD - JIBI
10 Februari 2019 01:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Tim Kelompok Kerja Operasional Demam Berdarah Dengue (Pokjanal DBD) Kabupaten Sleman kembali mengadakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Dusun Keceme, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, dan Dusun Jumeneng, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati pada Jumat (8/2/2019).

Sebanyak 129 rumah di Dusun Keceme dimonitor oleh Tim Pokjanal DBD Kabupaten Sleman. Dari rumah yang diperiksa tersebut, 24 rumah positif ditemukan jentik nyamuk. Dengan begitu angka bebas jentik (ABJ) di Dusun Keceme sebesar 81,39%.

Sementara itu, di Dusun Jumeneng ada 93 yang dimonitoring Tim Pokjanal DBD Kabupaten Sleman, 29 rumah di antaranya ditemukan jentik nyamuk. ABJ di Dusun Jumeneng dilaporkan sebesar 68,8%.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman, Novi Krisnaini, mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungannya demi mencegah jatuhnya korban. Pihaknya juga telah memprediksi, pada 2019 ini jumlah kasus DBD di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan.

“Sleman memang punya siklus empat tahunan. Tahun 2019 ini diprediksi meningkat," kata Novi.

Dilaporkan bahwa pada 2019 yag belum genap dua bulan ini jumlah kasus DBD di Kabupaten Sleman telah mencapai 78 kasus. Jumlah tersebut sudah mencapai setengah dari kasus DBD di sepanjang 2018 lalu, yakni 144 kasus. Novi berharap dengan adanya kegiatan PSN tersebut dapat menekan angka kasus DBD di Kabupaten Sleman.

“Ini perlu kesadaran bersama. Kalau mengandalkan pemerintah tentu tidak akan mampu. Maka setidaknya setiap rumah harus mempunyai satu Jumantik [Juru Pemantau Jentik]," jelasnya.

Tim Pokjanal DBD Kabupaten Sleman rencananya akan kembali mengadakan PSN di beberapa tempat di Kabupaten Sleman. Di antanya di Kecamatan Gamping pada tanggal 15 Februari 2019 dan di Kecamatan Godean sekaligus Kecamatan Depok pada tanggal 22 Februari 2018.