Kekeringan: Distribusi Air Bersih Pemkab Sleman Belum Maksimal
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Danang Wahyu Broto (berdiri) memaparkan materinya saat bedah buku di Gedung Hakka, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Rabu (13/2/2019)./Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY kembali menggelar bedah buku di Gedung Hakka, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Rabu (13/2/2019). Bedah buku yang berjudul Rancang Bangun Bisnis dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca DPAD DIY, Aris Widiyanto mengakui saat ini rendahnya minat baca di masyarakat disebabkan oleh banyak faktor, untuk meningkatkan minat baca tersebut, kata dia, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak yaitu, penulis buku, penerbit, dan juga pemerintah.
"Dari periode Januari hingga September, kami akan mengadakan 60 kali kegiatan bedah buku di seluruh kabupaten/kota se-DIY, bedah buku kali ini merupakan gelaran yang ke-8," ucap dia, Rabu (13/2/2019).
Lebih lanjut, dia menjelaskan selain untuk meningkatkan minat baca, bedah buku tersebut juga bisa memberikan informasi kepada masyarakat dalam mengelola dan memajukan pengelolaan BUMDes. "Diharapkan masyarakat bisa mendapat informasi dan pengetahuan setelah mengikuti bedah buku ini," ucap dia.
Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Danang Wahyu Broto mengapresiasi kegiatan bedah buku tersebut, menurut dia kegiatan tersebut dapat meningkatkan gemar dan keinginan masyarakat untuk membaca buku. "Kami berharap dalam bedah buku ini, bisa bermanfaaat untuk bisnis sendiri di masyarakat dan terutama pengelolaan BUMDes, karena BUMDes sangat penting untuk memajukan perekonomian masyarakat," ucap dia.
Sementara itu, Agus Setyanta yang mewakili penulis buku mengatakan buku Rancang Bangun Bisnis dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa berisi informasi mengenai bagaimana membuat pemodelan unit usaha BUMDes dengan menggunakan kanvas model bisnis; bagaimana merumuskan visi dan misi BUMDes; serta bagaimana mengelola bisnis BUMDes dengan menggunakan empat pilar bisnis.
"Buku ini berdasarkan referensi konsep, teori, dan metode dalam manajemen namun ditulis dengan bahasa yang cukup sederhana agar mudah dipahami pembaca," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Kosti memperluas komunitas sepeda ontel hingga Papua Tengah dan menargetkan generasi muda melalui program kampus dan sekolah.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.