Nelayan Pantai Baron Luka Parah Digigit Sidat

Puluhan perahu nelayan yang berjajar di pinggir Pantai Baron, Rabu (16/1/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
15 Februari 2019 14:14 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang nelayan di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, bernasib tragis saat melaut pada Rabu (13/2/2019). Nelayan bernama Sarno, warga Dusun Sumuran RT 02/RW 04, Desa Kemadang, mengalami luka serius pada bagian tangan lantaran digigit sidat. Sarno bahkan harus dilarikan ke RSUD Wonosari untuk menjalani operasi.

Ketua SAR Satlinmas Wilayah II, Marjono, mengatakan peristiwa tersebut terjadi Rabu tengah malam saat Sarno bersama beberapa rekannya memancing ikan di Pantai Baron. Saat itu pancing yang ada di tangan Sarno tiba-tiba ditarik ikan. "Dia mengira mendapat ikan, setelah ditarik ternyata sidat," ucap Marjono, Jumat (15/2/2019).

Saat sidat muncul di permukaan, Sarno langsung berupaya melepaskan sidat dari mata kail yang menancap. “Saat dia berusaha melepas kail dari sidat yang seukuran lengan orang dewasa, mendadak sidat menggigitnya," kata Marjono.

Ketua Nelayan Pantai Baron, Sumardi, mengatakan serangan karnivora laut kepada nelayan merupakan kejadian langka. Namun menurutnya sidat merupakan jenis ikan yang agresif dan sangat berbahaya lantaran punya gigi yang tajam. “Ikan cukup berbahaya apalagi jika terkena gigitannya,” kata Sumardi.

Ia menambahkan, selain sidat ikan hiu juga patut diwaspadai. Sebab, selain tenaganya yang kuat, hiu juga dilengkapi dengan ratusan gigi tajam di mulutnya. “Agar lebih aman harus menggunakan gancu untuk menaikan ikan dari air, sehingga risiko tergigit bisa diminimalkan,” katanya.