Bantul Sumbang 46 Kapal Nelayan Untuk Palu dan Donggala

Bupati Bantul Suharsono (kiri) menyerahkan bantuan kepada Sekretaris Daerah Kota Palu Asri L Sawayah di Huntara Kelurahan Tipo, Palu pada Rabu (20/2/2019) lalu. - - Ist/Pemkot Palu.
24 Februari 2019 10:37 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL --Pemerintah Kabupaten Bantul menyerahkan bantuan 46 kapal nelayan kepada korban bencana gempa bumi, tsunami serta likuifaksi di kota Palu dan kabupaten Donggala. Acara penyerahan tersebut berlangsung di Huntara Kelurahan Tipo, Palu, Rabu (20/2) lalu.

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Bantul Suharsono yang didampingi oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Bantul, Ketua PMI Bantul, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Helmi Jamharis serta Sekretaris Daerah Kota Palu Asri L Sawayah.

Bantuan tersebut berupa 46 buah kapal untuk nelayan di dua daerah tersebut. “Kemarin kami menerima 46 kapal untuk nelayan lengkap dengan peralatannya seperti mesin sama jaringnya,” kata Staf Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Palu, Nurhuda Imron, ketika dihubungi Harian Jogja pada Jumat (22/2/2019).

Nantinya 46 kapal tersebut akan dibagi rata yaitu untuk kedua daerah yang terdampak bencana. Kota Palu akan menerima 23 kapal nelayan dan Kabupaten Donggala juga akan menerima 23 kapal nelayan.

Pada sambutannya Sekretaris Kota Palu, Asri L Sawayah menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah dan juga seluruh masyarakat Kabupaten Bantul yang telah memberikan bantuan berupa moril maupun materi.

“Bantuan berupa perahu ini sangat penting bagi para nelayan, apapun yang terjadi kebutuhan perahu menjadi sangat prioritas untuk mata pencaharian nelayan. Bencana yang melanda tidak boleh menjadi alasan atau penghambat untuk berhenti bekerja,” kata Asri.

Sementara itu Bupati Kabupaten Bantul, Suharsono memberikan semangat serta bantuan moril untuk para nelayan agar tidak menyerah dengan keadaan, para nelayan harus bangkit dan tetap bekerja. “Jadi jangan pasrah begitu saja dengan keadaan, harus tetap semangat dan mengikhlaskan apa yang sudah dikehendaki oleh Allah SWT. Pasti semuan ada hikmahnya,” katanya.