Sultan Ajak Warga Matikan Listrik 1 Jam, Bisa Hemat Rp300 Juta

Ilustrasi. - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
27 Februari 2019 00:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Masyarakat diimbau untuk ikut melakukan penghematan energi pada peringatan Earth Hour 30 Maret mendatang. Pemda DIY akan mengeluarkan imbauan agar seluruh pemerintah kabupaten/kota ikut mendukung kampanye pengurangan konsumsi energi ini.

Dalam testimoninya untuk peringatan Earth Hour 2019 Jogja, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mendukung dilakukan switch off earth hour. Dia juga berharap panitia Earth Hour 2019 Jogja terus melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan kegiatan dari tahun ke tahun. Tujuannya, agar penyelenggaraan acara semakin baik dan memiliki dampak lebih besar bagi masyarakat.

“Mari bergotong-royong ngerumat bumi, dengan mematikan lampu selama satu jam pada hari Sabtu, 30 Maret 2019, pukul 20.30-21.30 waktu setempat, demi memastikan bumi kita selamat. Ingat, satu jam, satu lampu, satu bumi. Ini aksiku, connect to earth,” kata Sultan usai bertemu dengan Panitia Earth Hour 2019, Selasa (26/2/2019) di Gedhong Wilis, Komplek Kepatihan.

Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi menambahkan Pemda DIY mendukung kampanye dan kegiatan mematikan lampu selama satu jam yang digelar setiap tahun. Dengan kampanye seperti itu, Pemda berharap penghematan energi bisa dilakukan sebagai kebiasaan dalam kehidupan masyarakat DIY.

"Kegiatan Earth Hour ini kan dari pihak luar, non pemerintah. Kami berharap dari pemerintah juga ikut bertindak untuk melakukan penghematan energi," katanya.

Upaya penghematan penggunaan listrik ini, katanya, diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk bisa menghemat listrik. Dalam waktu dekat, Gubernur DIY akan mengeluarkan imbauan kepada bupati, walikota dan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan Earth Hour 2019.

"Masyarakat bisa menyikapi penggunaan listrik secara bijaksana. Contohnya, kalau keluar dari kamar mandi ya lampunya dimatikan,” katanya.

Ketua Panitia Acara Earth Hour 2019 Jogja Ali Zaenal Abidin mengatakan pertemuan tersebut untuk meminta dukungan dari Pemda DIY terkait pelaksanaan Earth Hour 2019 Jogja. Kegiatan kampanye mematikan lampu selama satu jam ini akan dipusatkan di Monumen Serangan Umum 1 Maret, kawasan 0km.

"Kami berharap perilaku mematikan lampu selama satu jam diikuti oleh masyarakat. Kami berharap kampanye hemat energi ini, bisa memiliki dampak lebih besar ke depan,” katanya.

Disinggung dampak kampanye Earth Hour selama ini, Ali menuturkan panitia melakukan evaluasi kegiatan tahun-tahun sebelumnya. "Dampak penghematan listrik yang dirasakan cukup besar. Jika dinominalkan secara ekonomi, mematikan lampu selama satu jam minimal bisa menghemat Rp300 juta," katanya.