Warga Gunungkidul Diminta Kurangi Penggunaan Sedotan Plastik

Ilustrasi sampah. - Harian Jogja/Uli Febriarni
28 Februari 2019 05:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul tengah melakukan sosialisasi pengurangan pemakaian sedotan. Hal yang menjadi dasar adalah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 51 tentang Kebijakan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga.

Untuk diketahui, sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama agar bisa terurai secara sempurna. Plastik dapat terurai dalam waktu 50 sampai 100 tahun.

Jumlah sampah rumah tangga di Gunungkidul perhari mencapai sekitar 360 ton. Sedangkan, untuk jumlah sampah plastik persentasenya yaitu 6,84%.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian, Pencemaran, dan Pengembangan Kapasitas (P2K) DLH Gunungkidul, Mujiyana mengatakan, saat ini sedang sosialisasi pengurangan sedotan yang termasuk dalam pengurangan plastik. Sosialisasi tidak hanya kepada para pemilik warung makanan.

"Setiap OPD juga kami sosialisasikan terkait dengan pengurangan plastik, termasuk sedotan," ujar Mujiyana, Rabu (27/2/2019)

Lebih lanjut dijelaskan Mujiyana, terkait dengan larangan membawa botol air mineral, selain pegawai OPD, masyarakat juga diimbau supaya mengurangi pemakaian botol air mineral.

"Sebaiknya bawa botol minum sendiri lalu diisi air," kata dia.

Di sisi lain, dalam perbup tersebut juga disebutkan mengurangi penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan, menggunakan kembali folder, paper clips, dan covers, dan juga mengurangi penggunaan kertas untuk mencetak draft pekerjaan yang akan direvisi menggunakan print preview.

Sementara itu, penjual angkringan di Wonosari, Rokhayah menuturkan, ia belum begitu memahami dampak dari sampah plastik termasuk sedotan. Sampai saat ini ia belum mendapat sosialisasi tentang pengurangan sampah plastik.

"Sosialisasinya belum sampai ke saya, tahunya ya kalau menyuguhkan minum pakai sedotan," ujarnya, Rabu (27/2/2019).

Namun dia tidak keberatan apabila tidak diperbolehkan lagi menggunakan sedotan atau plastik lainnya. "Saya ikut saja aturannya seperti apa," pungkas dia.