Anggota DPRD DIY Dilaporkan ke Polisi

Ilustrasi. - Reuters/Dylan Martinez
28 Februari 2019 22:00 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga Dusun Duwet, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Judaeni, melaporkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY dari Fraksi Gerindra, Albani, ke Polres Kulonprogo atas dugaan tindak pidana penggelapan uang untuk pembelian mobil. Laporan tersebut masuk ke meja kepolisian pada 14 Februari 2019.

Kepala Polres Kulonprogo Ajun Komisaris Besar Polisi Anggara Nasution mengungkapkan kasus ini bermula saat Judaeni yang dalam hal ini berstatus sebagai pelapor bermaksud membeli mobil Toyota Avanza lewat bantuan Albani.

Judaeni lantas menyerahkan mahar senilai Rp153 juta sebagai uang pembelian kepada terlapor, Albani. Uang itu diberikannya secara bertahap. Uang yang telah diterima Albani kemudian digunakan untuk membeli mobil yang dimaksud dengan cara kredit.

Mobil itu lalu diserahkan ke pelapor. Namun, mobil itu justru ditarik oleh dealer dengan alasan Albani diketahui tidak membayar sisa kredit kepada dealer yang bersangkutan. “Merasa dirugikan, terlapor lantas melaporkan hal ini ke Satreskrim Polres Kulonprogo,” kata Anggara di Markas Polres Kulonprogo, Kamis (28/2/2019).

Anggara mengatakan sebanyak empat orang termasuk Judaeni telah dimintai keterangan atas kasus tersebut. Polisi sudah mengamankan empat lembar kuitansi tanda terima uang sementara untuk terlapor belum diperiksa.

Meski begitu, Anggara menyebut Albani cukup proaktif memberikan keterangan kepada Polres Kulonprogo. “Kalau untuk memeriksa terlapor nanti baru dilakukan seusai pemeriksaan korban atau saksi. Statusnya [anggota DPRD DIY] sehingga perlu dilihat dulu apakah harus izin Gubernur DIY atau tidak,” paparnya.

Albani tak berkomentar banyak atas kasusnya itu ketika dimintai konfirmasi. Dia menyatakan masalah yang membelit sudah soal dugaan penggelapan itu sudah selesai. Namun, Albani tidak menjelaskan secara rinci kapan waktu selesainya. “Masalah itu sudah kelar tanggal 25 kemarin. Meski saya hanya korban saja, tapi yowislah namanya juga orang,” ujarnya.