Penuh Sampah, Waduk Sermo Dibersihkan

Seorang peserta Aksi Bersih Sampah tengah memungut sampah di kawasan Suakamargasatwa Sermo, Kecamatan Kokap, Senin (4/3/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
05 Maret 2019 17:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Keberadaan sampah di kawasan Suakamargastawa Sermo, Kecamatan Kokap, Kulonprogo mendapat perhatian banyak kalangan. Beragam upaya pun dilakukan untuk mengurangi peredaran sampah di wilayah tersebut, salah satunya oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta lewat aksi bersih sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Senin (4/3/2019).

Kegiatan yang bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) chapter Yogyakarta, komunitas peduli lingkungan dan masyarakat sekitar itu menyasar sejumlah titik di kawasan Sermo. Antara lain blok pemanfaatan untuk parkir jeep, blok pemanfaatan di seputaran Wisma Sermo Asri, bumi perkemahan dan sepanjang jalan menuju obyek wisata Waduk Sermo.

Sampah yang terkumpul baik organik maupun anorganik akan dipilah untuk kemudian dibuang ke Tempat Pembuaangan Akhir (TPA) di Kulonprogo. Sebagian dari sampah, ihwal khusus sampah dedaunan bakal dijadikan pupuk organik, setelah itu disalurkan kepada masyarakat guna memupuk tanaman.

Kepala BKSDA Yogyakarta, Junita Prajanti mengatakan kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh kawasan konservasi alam di Indonesia. "Saat ini bu menteri [Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar] juga melakukan hal serupa di Muara Angke, Jakarta," ujarnya di sela-sela kegiatan, Senin (4/3/2019).

Menurut Junita, sampah di kawasa Sermo relatif tidak banyak karena masyarakat sekitar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Meski begitu yang menjadi kekhawatirannya ialah tata kelola sampah yang belum semua masyarakat memahaminya. Masih ditemukan aksi bakar sampah, yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan.

Dalam kesempatan itu BKSDA sekaligus menyosialisasikan pengelolaan sampah yang baik dengan benar. Salah satu yang disarankan ialah dengan menimbun sampah dan mengutamakan daur ulang. Dengan cara ini diharapkan keberadaan sampah di kawasan Sermo bisa berkurang drastis tanpa harus mengancam ekosistem.

Ketua Bidang Koordinator CSR, IHGMA, Chapter Yogyakarta, Wahyu Wikan Trispratiwi, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem alam khususnya di kawasan Sermo. Dengan keikutsertaan mereka diharapkan bisa menginspirasi masyarakat untuk melakukan kegiatan serupa.

Wahyu mengatakan produksi sampah hotel diakuinya berlimpah sehingga berpotensi mengganggu lingkungan. Kendati begitu dia memastikan hotel-hotel yang tergabung dalam IHGMA Yogyakarta telah mengelola sampah dengan baik, mulai dari memilah sampah organik dan anorganik. "Kami bahkan menyediakan tempat sampah khusus B3," ucapnya.

Peran Aktif Pelaku Wisata

Aksi bersih sampah di kawasan Suakamargastawa Sermo diharapkan bisa memantik pelaku wisata untuk melakukan hal serupa. Pengelolaan sampah juga harus diperhatikan demi menunjang kenyamanan wisatawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Arif Prastowo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan secara umum untuk pengelolaan sampah di kawasan Wisata Waduk Sermo dan sekitarnya sudah dilakukan lebih baik. Namun yang masih menjadi persoalan ialah sampah di kawasan pantai.

"Kalau untuk obyek wisata pegunungan sudah tertata, tapi kalau yang pantai memang masih jadi persoalan karena sampahnya datang dari darat lewat aliran sungai," ujarnya.

Sebagai antisipasi sebaran sampah di tempat wisata, DLH rutin melakukan koordinasi dengan para pelaku wisata setempat. Pelaku wisata diminta untuk mengurangi penimbunan sampah dan sebisa mungkin meminimalisir penggunaan kemasan makanan berbahan plastik.

Ketersediaan tempat sampah dan pengelolaan sampah oleh pelaku wisata juga kudu diperhatikan. Jika terkendala sarana prasarana, pelaku wisata bisa bekerjasama kelompok pengelola sampah setempat. "Intinya sampah harus dikelola. Sampah jangan dibakar dan dibuang sembarangan," tegasnya.

Arif mengatakan saat ini pihaknya juga tengah menggodok regulasi pengelolaan sampah sampai dengan sanksi. Dalam peraturan ini dimungkinkan para pembuang sampah yang ketahuan bakal didokumentasikan sebagai bukti. Setelah itu akan diunggah ke sosial media yang bertujuan untuk sanksi sosial.

"Kami sudah koordinasi dengan Satpol PP, nanti [pembuang sampah sembarangan] bisa dipotret, untuk ditindaklanjuti, beberapa komunitas juga sudah menginformasikan ke kami, misal komunitas mancing jika melihat orang buang sampah ke sungai maka langsung difoto. Saya rasa ini salah satu sangsi masyarakat dan lebih efektif," ujarnya.