Jembatan Sedang Diperbaiki, Warga Denggung Bikin Jembatan Darurat dari Bambu

Warga Dusun Denggung bergotong royong membuat jembatan darurat, Kamis (7/3/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
07 Maret 2019 16:07 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Warga Denggung, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman bergotongroyong membangun jembatan darurat untuk memudahkan akses. Pasalnya setelah adanya perbaikan empat jembatan, yakni Jembatan Denggung, Tlacap, Tambakrejo dan Gondanglegi sejak Februari lalu, akses mereka untuk menyeberangi sungai praktis terputus.

Salah seorang warga Denggung, Agung Prasetyo, 33, mengatakan tidak adanya jembatan darurat yang disiapkan di Jembatan Denggung membuat akses warga Denggung terganggu. "Kalau mau ke masjid, atau ke sawah harus memutar sekitar satu kilometer. Itulah sebabnya warga berinisiatif membangun jembatan darurat," ujar dia, Kamis (7/3/2019).

Dengan bermodalkan bambu, kata dia, warga bergotong royong sudah hampir sebulan untuk membangun jembatan darurat yang menghubungkan RT 03, RT 02 dan RT 04 Dusun Denggung. "Ini panjangnya hampir 20 meter, tapi tidak untuk sepeda motor, hanya untuk akses warga, biar lebih mudah dan tidak perlu memutar jauh," ujar dia.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Akhmad Subhan, mengatakan tidak dibangunnya jembatan darurat untuk jembatan Denggung sembari menunggu pembangunan jembatan selesai, disebabkan oleh kondisi kedalaman serta struktur di sekitar jembatan.

"Contohnya di Jembatan Denggung dan Tlacap yang terlalu curam sehingga berbahaya bagi kendaraan. Daripada dipaksakan membuat jembatan darurat dan berujung fatal lebih baik tidak usah dibangun jembatan darurat. Jadi saya minta agar masyarakat bersabar, karena kalau sudah jadi untuk masyarakat juga," kata Subhan.

Seperti diketahui, peningkatan kapasitas empat jembatan, yaitu Jembatan Denggung, Tlacap, Tambakrejo dan Gondanglegi telah dimulai sejak Februari lalu dan ditargetkan selesai pada Juli 2019.