TKN Tegaskan Tidak Ada Kepentingan Politis dalam Penangkapan Andi Arief

Juru Bicara TKN, Meutya Hafid saat talkshow bedah program Capres-Cawapres di UGM, Rabu (6/3/2019). Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
07 Maret 2019 07:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Tim Kemenangan Nasional (TKN) Calon Presiden (Capres) 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin tegaskan tidak ada kepentingan politik dalam kasus narkoba yang menimpa Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief.

“Kalau narkoba enggak ditangkap itu baru ada kepentingan politis, kalau ini ya dimana-mana orang mengonsumsi kalau ketahuan ya ditangkap,” ucap Juru Bicara TKN, Meutya Hafid kepada awak media, seusai talkshow bedah program Capres-Cawapres di UGM, Rabu (6/3/2019).

Lanjutnya, ia mengharapkan agar dapat direhabilitasi dengan baik. “Ya semoga bisa direhabilitasi dengan baik, kalau proses hukum saya tidak terlalu paham detailnya. Harus mengikuti hukum yang berlaku mudah-mudahan beliau bisa keluarlah dari ketergantungan terhadap obat,” ucap Anggota Komisi 1 DPR RI itu.

Sementara itu Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres 02 Prabowo Subianto–Sandiaga Uno, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan untuk permasalahan Andi memang diserahkan ke proses hukum yang berlaku, namun ia juga memandang ini bukan murni penegakan hukum.

“Lepas dari Andi Arief melakukan hal yang melanggar itu it’s oke, kami tidak ada keberatan, Andi Arief juga sudah menerima. Tapi kan dalam konteks ini kok melulu yang diincar [kubu BPN],” ucap Ferry.

Ia berharap bahwa menjelang pemilihan ini tidak mengesankan bahwa seolah-olah tindakan hukum tidak berlaku adil. Ia menilai segala sesuatu yang berhubungan dengan pendukung kubu 02 selalu diproses, namun selama ini jika di kubu 01 tidak proses.

“Perlakuan penegakan hukum itu hanya berlaku di kubu Prabowo-Sandi itu yang saya kira kesedihan kita. Maka keprihatinan, kesedihan kita rasa miris kita dalam penegakan hukum seperti itu,” ucap Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang itu.

Ia mengatakan dengan sejumlah kejadian selama ini, seolah-olah hukum ditegakan bukan dalam rangka penegakan membangun rasa keadilan. “Sementara ini dalam kontestasi ini banyak juga yang kita sampaikan. Bahkan ketika dalam debat kalau ada sesuatu laporkan, waktu itu Pak Jokowi bicara. Udah dilaporkan tapi gak ada follow up nya,” ucapnya.

Menurutnya sudah banyak yang dilaporkan namun tidak ada tindak lanjut seperti aduan perlakuan kepala daerah, polisi yang mengerahkan masa untuk hadir dalam acara kampanye 01.