Dinkes Sleman Menarget Temukan 1.800 Kasus TBC

Ilustrasi kampanye stop TBC. - JIBI
11 Maret 2019 12:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menargetkan penemuan kasus penyakit Tuberculosis (TBC) di Sleman pada 2019 sebanyak 1.800 kasus.

"Untuk data sampai Februari ini belum kami validasi lagi, namun pada tahun lalu ada 1.013 kasus TBC di Sleman," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Dulzaini, Minggu (10/3/2019).

Dulzaini mengakui di Sleman, masih banyak penderita TBC yang belum tercatat. Padahal, kata dia, semakin banyak kasus TBC yang ditemukan, maka otomatis akan bisa diobati sehingga tidak menularkan ke orang lain. Oleh karena itu pihaknya meminta masyarakat agar waspada jika batuk selama dua pekan berturut-turut disertai dahak. Berat badan terus turun, nafsu makan berkurang, demam tapi tidak tinggi dan badan mengeluarkan keringat dingin saat malam hari.

"Silahkan datang ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pengecekan. Karena obat gratis dan ditanggung pemerintah," ujar dia.

Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Novita Krisnaeni mengajak penderita TBC untuk melakukan pengobatan secara teratur dan tertib, agar tidak masuk tahap resisten terhadap obat atau Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB).

Ia menjelaskan, jika sudah sampai tahap MDR-TB memang dibutuhkan penanganan lebih. Obat yang diminum ada 12 macam untuk sekali. Minumnya juga harus dihadapan petugas langsung. Dalam dua bulan pertama, penderita juga harus injeksi "Tahun lalu kami menargetkan penemuan 25 kasus MDR-TB di Sleman. Namun, kami hanya menemukan 14 kasus yang telah diobati," ungkap dia.

Selama proses pengobatan, kata dia, para penderita TBC biasanya mendapat pendampingan yang dilakukan keluarga, kader kesehatan di lingkungan setempat atau petugas kesehatan yang lain."Pendamping dimaksudkan untuk memastikan penderita sudah mengkonsumsi obat dengan teratur," ujar dia.