UPACARA LULUSAN USD: Wisuda Terasa Spesial Jelang Pemilu

Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Johanes Eka Priyatma mewisuda lulusan terbaik di Auditorium Kampus 2 USD, Jumat (15/3/2010). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
16 Maret 2019 09:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta kembali melahirkan ratusan cendekiawan baru yang ditandai dengan wisuda sarjana dan magister periode II 2018/2019 di Auditorium Kampus 2 USD, sesi pertama Jumat (15/3/2019) dan sesi kedua, ketiga pada Sabtu (16/3/2019).

Jumlah total lulusan untuk semua program studi periode Agustus 2018 sampai dengan Januari 2019 sebanyak 939 orang. Dari semua lulusan yang ada sejumlah 749 orang atau 87,50% mengikuti wisuda periode ini.

Rektor USD Johanes Eka Priyatma mengucapkan selamat kepada para wisudawan-wisudawati serta para orang tua. Ia mengungkapkan wisuda kali ini berlangsung di tengah hiruk-pikuk persiapan pesta demokrasi atau pemilu untuk memilih wakil rakyat dan pimpinan tertinggi negara.

“Pemilu kali ini dinilai spesial dari berbagai aspek serta memunculkan banyak pergulatan yang membutuhkan partisipasi dan peran aktif kita semua khususnya para wisudawan,” kata dia.

Dikatakan Rektor, dari kacamata pendidikan, pemilu menjadi kesempatan yang baik bagi berlangsungnya pembelajaran hidup berdemokrasi secara rasional dan bertanggung jawab. Pemilu memberikan kesempatan belajar bukan hanya bagi mereka yang sudah mempunyai hak pilih tetapi juga bagi siapa saja karena sebagai peristiwa sosial yang terancang, memberikan banyak wilayah kajian dan perenungan dari berbagai perspektif. Bahkan pemilu sebenarnya menyediakan kesempatan emas pembelajaran kontekstual bagi pengenalan cara berdemokrasl kepada anak-anak di sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas.

“Karena begitu pentingnya pemilu dan segala rangkaiannya bagi berkembangnya kehidupan demokrasi yang sehat dan bermartabat di Indonesia, saya mengajak semua wisudawan untuk mengambil bagian secara aktif di dalamnya,” katanya.

Tugas pokok yang harus dijalankan menurut Rektor, adalah mempromosikan cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab dengan menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan sempit, sesaat, atau hanya untuk kelompoknya sendiri.

Ia mengungkapkan keteguhan untuk lebih mengandalkan pertimbangan yang bersifat rasional daripada yang bersifat emosional akan membantu terjaganya akal sehat bangsa menjalani proses yang sangat menentukan masa depan ini. “Di situlah letak lebihnya peran yang dapat dimainkan sebagai konsekuensi dari mendapat gelar sarjana.”

Rektor berharap para lulusan tidak hanya jadi penonton dalam peristiwa besar dan penting pemilu. Para lulusan harus berani bersuara mendukung calon yang diyakini mampu menjamin berlangsungnya kehidupan bangsa yang toleran, demokratis, dan bermartabat.

Rektor mengimbau lulusan harus berani membela para calon pemimpin yang sungguh berjuang demi kepentingan rakyat meskipun selalu mendapat serangan dan fitnah yang keji.

“Sebagai generasi muda wajib mengambil tanggung jawab ini karena masa depan bangsa sangat dipertaruhkan lebih-lebih ketika menyadari adanya ancaman besar terhadap keutuhan NKRI dan Pancasila dari sekelompok orang yang lebih mengandalkan sikap eksklusif, radikal, dan benar sendiri,” jelas Rektor. Pada kesempatan tersebut juga diumumkan lulusan terbaik.