Pemkot Jogja Masukkan Dunia Maya Sebagai Potensi Investasi

Ilustrasi internet - Bisnis.com
19 Maret 2019 06:07 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Investasi dengan daya dukung aktivitas dunia maya dinilai menjadi salah satu potensi investasi yang bisa dikembangkan di Kota Jogja. Pemerintah Kota Jogja akan memasukkannya tersebut dalam pemetaan potensi investasi baru.

Kepala Dinas Penamanam Modal dan Perizinan Kota Jogja, Nurwidi Hartana menuturkan, berbicara mengenai dunia maya, itu artinya tidak lagi membahas daya dukung fisik kewilayahan bagi investasi. Karena apabila mau berbicara perihal lahan, Kota Jogja tidak memiliki banyak lahan untuk investasi-investasi baru. Terkait ini, Kota Jogja cukup diuntungkan, mengingat investasi dunia maya bisa dilakukan tanpa memerlukan lahan dengan kata lain virtual.

"Paling tidak, investasi itu nantinya mempertimbangkan Kota Jogja sebagai kota budaya dan mengikuti perkembangan zaman," katanya, Sabtu (16/3/2019).

Nurwidi menjelaskan, konsep pemetaan masih dikaji dan disusun, namun paling tidak secara umum potensi investasi 'dunia maya' itu erat kaitannya dengan pengembangan potensi ekonomi kreatif (ekraf). Menurut dia, selama ini, potensi ekraf sudah terbaca atau teridentifikasi di Kota Jogja, namun belum terjabarkan rinci. Termasuk juga aspek-aspek yang memengaruhinya, seperti aspek sosial, tata ruang, pasar, Sumber Daya Manusia.

"Poin-poin itu yang akan diperdalam, disiapkan sekaligus akan diinformasikan kepada masyarakat, 'ini loh potensi investasi di Jogja'. Sehingga masyarakat yang ingin mengembangkan potensi mereka, akan mengarah ke sana [ekraf]," ungkapnya.

Pemetaan potensi investasi ini juga dilakukan, dalam rangka menggali lebih jauh beragam potensi investasi Kota Jogja. Potensi-potensi itu, ada yang belum teridentifikasi ada juga yang sudah teridentifikasi namun belum banyak diinformasikan kepada masyarakat atau calon investor. Mereka masih terpaku pada investasi di bidang pariwisata yang biasanya membutuhkan lahan luas.

"Peta investasi ini dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat dan investor, dilengkapi informasi-informasi tadi," ucapnya.

Hasil pemetaan juga bisa digunakan oleh Organisasi Perangkat Daerah yang lain, sebagai informasi pendukung dalam mempertimbangkan beragam pengajuan investasi yang masuk. Konsep pemetaan ditargetkan selesai disusun empat hingga enam bulan ke depan.

Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja, Trihastono mengungkapkan, selain mendukung digitalisasi layanan dan pemenuhan hak publik dalam kemudahan akses informasi, adanya layanan jaringan internet wireless fidelity (wifi) gratis bagi masyarakat, dimaksudkan untuk memberikan hak publik dalam mengakses informasi sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada.