1000 Guru Jogja Berkomitmen Memajukan Pendidikan di Pedalaman

Audiensi 1000 guru Jogja di Harian Jogja, Jumat (16/3/2019). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
18 Maret 2019 16:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—1000 Guru Jogja terus berkomitmen memajukan pendidikan di daerah pelosok seluruh Indonesia. Dalam waktu dekat 1000 Guru Jogja kembali akan mengunjungi sekolah di daerah pinggiran Girisubo, Gunungkidul.

Wakil Ketua 1000 Guru Jogja, Adam Qodar mengatakan kegiatan yang akan dilakukan yaitu Traveling & Teaching. “Kami dan para volunteer akan mengajar di sekolah yang sudah ditentukan, dan traveling untuk volunteer,” ujar Adam saat beraudiensi di kantor Harian Jogja, Jumat (16/3/2019).

Adam menjelaskan sekolah yang dipilih memang sekolah yang ada di pedalaman, kurang mendapat perhatian, serta perlu motivasi yang lebih untuk mengejar cita-cita.

Berdasarkan pengalamannya, masih cukup banyak sekolah-sekolah yang perlu perhatian. Mulai dari minimnya siswa, fasilitas sekolah yang tidak memadai, akses yang sulit dan kekurangan penunjang lainnya.

Kegiatan ini dinilainya juga tidak berhenti begitu saja, setelah kegiatan traveling & teaching, namun akan ada kelanjutan untuk pendampingan dengan smart center yaitu program pemberian nutrisi untuk siswa-siswi di sekolah pedalaman. Tidak menutup kemungkinan juga sekolah yang perlu di renovasi akan dilaporkan ke pengurus pusat, agar ada tindak lanjut.

Humas 1000 guru Jogja, Hillary sekar menambahkan dalam pembelajaran di kelas juga coba memberikan pembelajaran yang lebih inovatif, dengan materi yang sudah disusun oleh tim. Begitupula dengan latar belakang volunteer yang berbeda-beda diharapkan memberikan aneka wawasan baru pada siswa.

Selain itu, lanjutnya, juga ada program pengobatan gratis untuk warga di sekitar sekolah tujuan. Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi dengan orang tua siswa dan masyarakat untuk peduli kesehatan, dan memotivasi agar anaknya dapat tetap sekolah.

Antusiasme dari para volunteer sendiri dikatakan Hillary hingga saat ini sangat banyak. “Biasanya kalau pendaftaran itu bisa mencapai 200an pendaftar, tetapi diseleksi biasanya diambil sekitar 20-an. DIlihat motivasinya para volunteer. Kalau di total juga sudah lebih dari 1000 malahan sejak awal,” ujarnya.

Saat ini sendiri 1000 guru sudah tersebar di 39 kota dan kabupaten di Indonesia. Kegiatan Traveling & Teaching ini setidaknya dalam satu tahun diadakan empat kali.