Pemkot Bangun Program Penguatan Keluarga

Ilustrasi anak-anak. - Harian Jogja
19 Maret 2019 18:57 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Jogja, mulai melaksanakan sejumlah program yang bertujuan sebagai upaya penguatan keluarga.

Kepala DP3A Kota Jogja, Edy Muhammad menuturkan penguatan keluarga secara tidak langsung sudah termaktub di dalam RPJMD Kota Jogja. Di sana disebutkan, salah satu misi RPJMD adalah penguatan moral etika dan budaya masyarakat Kota Jogja. "Masih ada LPMK yang program-programnya belum menyentuh penguatan keluarga. Padahal secara faktual, di wilayah itu kan basisnya keluarga, kalau yang digerakkan oleh ibu-ibu PKK sudah aktif," kata dia, Selasa (19/3/2019).

Dengan konsep penguatan berbasis keluarga di dalamnya, maka dasawisma, lansia, remaja hingga PAUD bisa terakomodasi. Pendekatan keluarga akan banyak berdampak pada sinergi sejumlah kegiatan hingga ke tingkat RT dan RW.

Melalui adanya penguatan keluarga, maka peran yang masuk di dalam kegiatan ibu PKK bisa banyak memberikan pendekatan dan pemahaman perihal parenting, pendampingan hingga edukasi psikologi.

Selain penguatan dalam bentuk program, DP3A juga akan menginisiasi kelompok sadar gender. Sedikitnya enam kelompok sadar gender akan dibentuk pada 2019, diikuti dengan penguatan Satuan Tugas Siap Gerak Atasi Kekerasan (Satgas Sigerak) yang bertugas sebagai kelompok cepat tanggap dalam mengatasi kekerasan di wilayah, termasuk di dalam sebuah keluarga, mengarusutamakan kesetaraan gender.

Tahun ini, DP3A juga akan membentuk tiga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), menggenapi 21 PATBM yang sudah terbentuk pada 2018.

LPMK menjadi salah satu yang disasar agar benar-benar bisa menerapkan program penguatan ini, karena antara LPMK satu dengan lainnya masih belum memiliki basis kegiatan yang sama. Pertimbangan lainnya, sebagian LPMK memiliki kerangka pijak yang lebih ke arah sektoral dan kewilayahan. "Maka karena itulah, kami ingin menguatkan LPMK agar dalam menjalankan program, bisa disusun yang juga bertujuan pembangunan berbasis keluarga," ujar dia.

Program penguatan keluarga juga sudah dicanangkan di sejumlah kelurahan di Kota Jogja, salah satunya dikemukakan oleh Lurah Suryatmajan, Ari Suryani.

Ke depan secara perlahan, pemerintah kelurahan ingin ada program yang sifatnya psiko edukasi. Sebagai upaya mengedukasi kepada orang tua perihal pola asuh. Anggaran mulai disusun pada tahun ini, sekitar Rp21 juta.

Pendidikan karakter adalah salah satu hal penting yang akan terus dibangun di wilayah setempat. Program psiko edukasi ini juga akan mencakup edukasi mengenai kesehatan, penyalahgunaan narkotika, pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga. "Kami akan menggandeng Karang Taruna dan Forum Anak Kelurahan, harapannya tahun ini terealisasi," kata dia.