LP3M UMY Adakan Seleksi Pamong Desa Argosari

Proses seleksi Pamong Desa Argosari, Sedayu, Bantul di LP3M UMY, Minggu (17/3/2019). - Ist/LP3M UMY.
19 Maret 2019 07:57 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Lembaga Penelitian, Publikasi Penerbitan dan Pengabdian  Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Pemerintahan Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul, menyelenggarakan seleksi calon pamong desa.

Seleksi pamong desa yang diselenggarakan di Aula Belajar LP3M UMY tersebut diikuti oleh 12 peserta pada Minggu (17/3/2019), untuk formasi Kepala Padukuhan Klangon, Botokan dan Pedusan tahun 2019.

Kepala Divisi Pengabdian dan Pelayanan LP3M Adhianty Nurjanah mengatakan seleksi pamong desa ini merupakan salah satu wujud pengabdian dan pelayanan masyarakat yang dilakukan oleh UMY. Khususnya dalam membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan kewilayahan serta memperluas jaringan kerjasama antara Pemerintah Desa Argosari dan LP3M UMY .

“Kami berusaha membantu meningkatkan kualitas SDM kewilayahan,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Senin (18/3/2019).

Menurut Ketua panitia seleksi Pamong Desa Argosari Sugiyat mengatakan pihaknya bekerja sama dengan LP3M UMY ini sudah yang kedua kalinya yang pertama pada 2018 silam. Pihaknya memilih LP3M UMY karena memiliki komitmen yang tinggi terhadap independensi proses seleksi. Harapan dengan diseleksi LP3M UMY, maka dapat memperoleh kepala pedukuhan yang benar-benar jujur, amanah, profesional dan mampu mengabdi serta menjadi suri tauladan yg baik bagi masyarakat desa Argosari.

Menurut dia, LP3M UMY juga telah menyiapkan proses seleksi yang sangat detail dimulai dari pra seleksi dengan memberikan pembekalan kepada calon peserta. Ia memastikan hingga saat ini seluruh proses seleksi terpantau dengan profesional. “Untuk tahapan seleksi pamong desa kali ini terdiri dari tes tertulis, tes wawancara, praktik pengoperasian komputer serta praktek berpidato berbahasa Jawa,” ucapnya.

Lurah Desa  Argosari Hidayaturachman berharap dengan mengikuti seleksi pamong desa yang ketat melalui LP3M UMY nantinya yang terpilih menjadi kepala dukuh  Klangon, Botokan dan Pedusan yang lebih baik. “Sehingga dapat menjalankan tupoksinya, serta dapat mnjdi pemimpin yang profesional,  jujur serta amanah ,” ujar dia.