Puluhan Penyedia Barang dan Jasa Pamerkan 5.000 Produk di IPFE

Kepala LKPP Rony Dwi Susanto (kedua dari kanan) saat meninjau salah satu stan IPFE 2019 di JEC, Selasa (19/3/2019). - Ist/IAPI.
20 Maret 2019 07:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) menyelenggarakan Indonesia Procurement Forum & Expo 2019 (IPFE) ke- 5 di Gedung Jogja Expo Center (JEC), Selasa (19/3/2019). Selain melakukan diskusi antar anggota IAPI, kegiatan itu juga memamerkan sekitar 5.000 produk dari sekitar 90 penyedia barang dan jasa di seluruh Indonesia.

Kegiatan itu bertajuk Optimizing the Procurement of Government Goods and Services in the Digital Economy Era dinilai sejalan dengan tren menghadapi era Industri 4.0 di mana digitalisasi akan terjadi di semua sektor tidak terkecuali di pengadaan barang dan jasa Pemerintah. IPFE 2019 juga merupakan rangkaian acara untuk mempersiapkan World Procurement Summit  yang akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 2020 mendatang dan direncanakan akan menjadi forum penyedia barang jasa pertama dan terbesar di dunia karena akan dihadiri lebih dari 48 negara.

Ketua Umum DPP IAPI Sonny Sumarsono menjelaskan rangkatan kegiatan IPFE 2019 terdiri dari lebih 25 sesi seminar gratis selama tiga hari dengan narasumber ahli pengadaan dan Supply Chain Management di Indonesia. Bersamaan dengan itu, IPFE juga menjadi ajang memamerkan berbagai produk dan inovasi. Lebih dari 90 penyedia memamerkan lebih dari 5000 jenis produk barang dan jasa  dalam event tersebut.

“Pameran juga diikuti oleh tiga kementerian besar bersama LKPP yang menampilkan berbagai inovasi terkait pengadaan barang dan jasa yang dilakukan yaitu oleh Kementerian PU, Kementrian Keuangan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” terangnya dalam keterangan persnya, Selasa (19/3/2019).

Ia menambahkan kegiatan itu dihadiri sebanyak 2.100 Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) kementerian dan lembaga. Kedatangan mereka untuk saling bertukar informasi dengan penyedia barang dan jasa termasuk memantau update produk sehingga mereka mengetahui perkembangan barang dan jasa.

“Kami ingin melihat update produk baru market penyedia barang jasa, ada 2.100 dari UKPBJ yang mereka juga akan beli barang, sehingga dengan hadir di sini mereka tahu perkembangn barang dan jasa. Tetapi tidak ada transaksi, lebih banyak sharing informasi,” katanya.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Rony Dwi Susanto mengatakan pentingnya forum seperti IPFE yang mempertemukan para ahli hingga lembaga pengadaan dan penyedia barang. Ia tidak menampik, seringkali masih ada lembaga yang belum secara menyeluruh dalam memahami pengadaan barang.  Ia memastikan proses pengadaan harus sesuai system, seperti melalui e-budgeting dan seterusnya. Saat ini proses pengadaan bisa dilakukan menggunakan sistem digital.

“Misalnya di tingkat kelurahan, ada yang mengadakan suatu alat transportasi, karena tidak paham angkutan itu dibeli dengan plat hitam, sehingga pajaknya berbeda. Nah forum seperti ini sangat penting untuk saling bertukar informasi tentang pengadaan,” katanya.