Baru Sepekan Diresmikan Ruas Jalan Banjarharjo-Ngemplak Sudah Rusak

Seorang pengendara melewati salah satu ruas jalan di Jln. Banjarharjo-Ngemplak, Minggu (17/3/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah.
20 Maret 2019 07:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Bupati Sleman Sri Purnomo pada Kamis (14/3/2019) lalu meresmikan 15 ruas jalan yang masuk dalam program peningkatan ruas jalan di 2018. Namun, salah satu ruas jalan yang masuk dalam program tersebut, yakni di Jln. Banjarharjo-Ngemplak yang baru selesai akhir Oktober 2018 lalu kini telah rusak.

Berdasarkan pantauan Minggu (17/3/2019), kerusakan itu terdapat di tikungan jalan tepatnya di Tegal Balong, Bimomartani, Ngemplak. Lubang yang berada di tikungan tersebut jumlahnya lebih dari satu dengan kedalaman lubang serta diameter  yang berbeda-beda.

"Lubang itu munculnya belum lama ini, sekitar satu bulan," kata salah seorang warga Tegal Balong, Siti Jariyah, 54, Minggu (17/3/2019).

Ia mengatakan, tidak jarang ada kendaraan terjerembab di tikungan tersebut karena posisi jalan berlubang yang tepat pada turunan, dan setelahnya jalan yang menikung tajam. “Banyak yang terpeleset karena aspal yang terkelupas dan kerikil, itu kalau tidak hati-hati pasti terpeleset," ujar dia.

Awalnya, kata dia, lubang tersebut berukuran kecil, namun, karena dilintasi banyak truk dengan muatan besar dan kadang bus besar, kerusakan menjadi semakin parah. “Memang beberapa waktu terakhir banyak truk dan bus besar melintas," ujar penjual sembako ini.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Achmad Subhan menjelaskan rata-rata tonase untuk jalan kabupaten sekitar lima ton.

“Sehingga kalau dilewati oleh kendaraan dengan beban melebihi tonase jalan maka akan cepat rusak. Walaupun kami desain untuk tonase maksimal delapan ton tapi tetap yang boleh lewat maksimal lima ton," ujar dia

Sebelumnya, pada saat peresmian jalan Kamis (14/3) lalu, Bupati Sleman Sri Purnomo juga mengimbau kepada para pengguna jalan terutama untuk truk dengan muatan besar agar tidak melalui ruas jalan tertentu.

“Jalan memiliki kelas – kelas yang berbeda, jika di lewati yang tidak sesuai dengan tonasenya, maka lama kelamaan jalan tersebut akan cepat rusak,” jelas Sri Purnomo

Untuk itu, Bupati meminta masyarakat untuk berperan aktif memberhentikan truk dengan muatan besar untuk tidak melalui ruas jalan yang tidak diperuntukkan bagu truk muatan besar.

“Masyarakat juga bisa melapor jika ada jalan yang rusak. Jangan sampai menunggu jalan rusak berat, biar bisa ditangani,” kata dia.