Ratusan Siswa SD di DIY Ikuti Lomba Kreativitas Seni

Ongky Ardianto Marketing Manager Garudafood (duduk, kedua dari kanan) memberikan motivasi kepada para peserta lomba pada acara Gery School to School di Area Sunday Morning, Kawasan UGM (17/3/2019). Dari Januari hingga Maret 2019, Gery School To School menyasar di 24 kota Indonesia dengan melibatkan lebih dari 400 Sekolah Dasar. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi.
18 Maret 2019 07:37 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak 25 sekolah dari berbagai kabupaten dan kota di DIY mengikuti kompetisi gelar dan lomba kesenian di area Sunday Morning Kawasan UGM, Minggu (17/3/2019). Kegiatan yang diselenggarakan Garudafood bertajuk Gery School to School tersebut untuk mewadahi dan mendorong kreativitas siswa yang memiliki potensi di berbagai bidang kemampuan seni.

Marketing Manager Garudafood Ongky Ardianto Wijaya mengatakan Jogja menjadi kota yang ke-15 disasar Garudafood dalam rangka memfasilitasi kreatifitas para siswa SD. Pada kegiatan yang dihelat di area Sunday Morning kawasan UGM ini diikuti lebih dari 200 siswa dengan beragam jenis kelompok seni berasal dari 25 sekolah perwakilan di DIY. Meski turun hujan, namun antiusias siswa sangat tinggi untuk mengikuti event tersebut.

"Para siswa yang ikut dalam kompetisi ini sebelumnya sudah diseleksi, jadi mereka memiliki kemampuan lebih di bidang seni yang digeluti. Melalui kegiatan ini kami ingin mengembangkan dan melatih kepercayaan diri anak," terangnya dalam keterangan persnya Minggu (17/3/2019).

Ia mengatakan, salah satu syarat sekolah yang terlibat dalam kegiatan itu yaitu memiliki jumlah siswa sekitar 500 anak. Semakin banyak siswa maka akan banyak bisa dipilih siswa yang memiliki kemampuan bidang seni. Selain itu ada siswa yang memiliki kemampuan seni baik secara individu maupun kelompok.

“Setelah kami survey, kami berikan stimulus untuk pengembangan seni, kemudian kami tetapkan sekolah mana saja yang berhak dan siap, kemudian memilih untuk diajukan dalam perlombaan ini,” ucapnya.

Ongky mengaku pihaknya sengaja tidak memberikan bantuan dalam bentuk materi secara langsung kepada sekolah. Harapannya melalui kegiatan itu hasil yang diharapkan untuk pengembangan minat seni siswa. Selain itu dapat menstimulasi perkembangan kognitif maupun motorik anak, hingga bahasa serta psikososial dan emosional melalui panca indera dan seni. Di sisi lain kegiatan semacam ini secara langsung bisa dirasakan oleh siswa manfaatnya.

“Untuk Jogja ini luar biasa, anak-anaknya banyak punya kemampuan lebih bidang seni. Ada juga yang tampil dengan pantomim, itu sangat menarik, tetapi pada umumnya yang ditampilkan tarian. Kami tidak membatasi kreativitasnya, apa saja boleh,” katanya.

Kegiatan itu rutin digelar Garudafood selama tiga tahun terakhir dengan menyasar sekolah di Indonesia. Sebelumnya kegiatan serupa juga telah digelar di berbagai kota di Indonesia , seperti Semarang, Solo, Surabaya, Malang, Kediri sejak awal 2019.