TBY Gelar Sayembara Penulisan Naskah Teater

Sastrawan dan budayawan Indra Tranggono (kanan) dan Kepala TBY Jogja Diah Tutuko (kiri) saat jumpa pers soal Sayembara Penulisan Naskah Teater 2019 di TBY, Kamis (21/3/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
21 Maret 2019 17:22 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar Sayembara Penulisan Naskah Teater 2019 berhadiah total Rp50 juta. Sayembara dibuka mulai 21 Maret hingga 21 Agustus 2019.

Kepala TBY Jogja Diah Tutuko menjelaskan sayembara tersebut digelar untuk menjaga keberlanjutan dan keberlangsungan tradisi penulisan naskah lakon teater. Sayembara juga dinilai sebagai bagian penting dari penguatan semangat dalam bersastra dan berteater.

Tujuan lainnya, kata dia, sayembara itu digelar untuk mengembangkan ide, estetika, dan teknik penulisan naskah teater yang bermuara pada keberagaman imajinasi tentang dunia teater.

"Kegiatan ini juga untuk mendukung penguatan visi TBY sebagai The Window of Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional dengan cara mendidik semangat bersaing bagi para penulis naskah teater untuk melahirkan karya berkualitas," katanya saat jumpa pers soal pelaksanaan sayembara di Gedung TBY, Kamis (21/3/2019).

Dia berharap masyarakat terutama bagi penulis-penulis muda untuk terlibat dalam sayembara tersebut sehingga regenerasi seni pertunjukan terus berlanjut. Diah juga berharap ke depan lahir karya-karya baru dengan keberagaman tema dan gaya yang memperkaya khasanah dunia lakon teater di DIY dan Indonesia. "Banyak kelompok teater yang berkembang di Jogja. Bahkan di sekolah dan kampus. Ini semangat yang juga harus dijaga," katanya.

Indra Trenggono, budayawan sekaligus penggagas sayembara menjelaskan peserta sayembara merupakan warga DIY dengan usia peserta tidak dibatasi. Tema yang diangkat tidakmenyinggung SARA. "Bentuk atau gaya penulisan boleh realis dan nonrealis. Naskah harus orisinal, ditulis dengan bahasa Indonesia dan berdurasi pentas 60-90 menit," katanya.

Peserta diharapkan memberi lampiran surat pernyataan keaslian karya dengan tanda tangan disertai materai Rp 6000. Panitia berhak mencabut penghargaan dan hadiah pemenang sayembara jika karyanya terbukti merupakan jiplakan dan melakukan kecurangan. Naskah diterima paling lambat diterima panitia pada 21 Agustus 2019. "Naskah bukan drama monolog. Jumlah tokoh yang ditampilkan minimal 10 tokoh dan maksimal 15 tokoh. Tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan idiom-idiom kedaerahan yang relevan," katanya.

Penulis naskah sekaligus aktor teater, Gunawan Maryanto berharap sayembara tersebut menjadi salah satu media untuk terus meningkatkan gairah seni pertunjukan di DIY. Selama ini, kata Cindhil sapaan akrab Gunawan, ruang-ruang untuk melestarikan kesenian tersebut sangat terbatas. Padahal di Jogja banyak sekali kelompok-kelompok teater yang berdiri.

"Baik yang sudah mandiri, berkembang hingga di kampus-kampus. Hanya saja ruang mereka sampai saat ini masih terbatas. Sayembara seperti ini sebaiknya dilakukan secara konsisten," kata dia.