Ancaman Siklon Veronica, Sungai-Sungai di Gunungkidul Perlu Diawasi

Ilustrasi Siklon Veronica yang dirilis BMKG Joga. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
21 Maret 2019 21:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul berusaha menyampaikan imbauan dari BMKG kepada Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan sukarelawan di 18 kecamatan terkait dengan ancaman Siklon Veronica.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengaku selalu meningkatkan komunikasi secara internal untuk mewaspadai dampak bencana hidrometerologi. Ia meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan di titik-titik tertentu.

“Waspadai sungai-sungai yang memiliki potensi banjir dan kecamatan yang zona merah rawan longsor,” kata dia kepada Harian Jogja, Kamis (21/3/2019).

Edy menuturkan untuk kawasan yang masuk dalam zona merah rawan longsor seperti Kecamatan Gedangsari, Kecamatan Nglipar, Kecamatan Ngawen, dan Kecamatan Semin. Selain itu, di sungai-sungai tertentu yang debit airnya meluap jika hujan turun. “Sungai Oya patut diperhatikan, juga Sungai Ngalang yang pertemuan arusnya di dekat Hutan Bunder,” ucap dia.

BPBD Gunungkidul juga mengimbau air hujan yang masuk ke sebuah luweng dan cekungan-cekungan yang ada di Kecamatan Saptosari serta Kecamatan Tanjungsari untuk diperhatikan kelancaran arus airnya. Pasalnya, beberapa sekolah di kecamatan tersebut sempat terendam banjir.