Siklon Veronica Intai DIY, Warga Perbukitan Kudu Waspada

Evakuasi korban longsor di Kecamatan Imogiri, Bantul, akibat Siklon Savannah, Kamis (21/3/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
21 Maret 2019 20:22 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY sudah berkoordinasi dengan seluruh Kepala Pelaksana BPBD di DIY mengenai dampak yang bisa ditimbulkan dari Siklon Tropis Veronica. Banjir dan longsor yang dipicu Siklon Tropis Savannah pada Minggu (17/3/2019) kemarin diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

“Lewat jaringan yang ada, seluruh kabupaten dan kota harus meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Ini belajar dari dampak dari Siklon Tropis Savannah,” kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara, Kamis (21/3/2019).

Dia mengapresiasi respons masyarakat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi pekan lalu. Warga baik di wilayah perbukitan Gunungkidul maupun Kulonprogo saat itu mengindahkan peringatan early warning system (EWS) yang saat itu berbunyi sehingga bisa menyelamatkan diri dari bencana.

“Saat itu EWS berfungsi seperti di Wonolelo dan Selopamioro. Di tengah hujan warga mengevaluasi secara mandiri karena dinilai membahayakan. Sekarang EWS kami periksa kembali apakah ada kerusakan, kalau rusak diperbaiki,” ujar dia.

Dampak dari Siklon Veronica kemungkinan besar hampir sama dengan Siklon Savannah. Biwara pun mengharapkan masyarakat, khususnya yang menetap di wilayah perbukitan, untuk tetap waspada. Sebab wilayah perbukitan masuk dalam kawasan rawan longsor, mulai Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo (Kulonprogo) hingga Gedangsari dan Semin (Gunungkidul). “Ini kawasan yang memang kami petakan rawan longsor,” katanya.

Menurutnya, dari dampak Siklon Savannah kemarin, BPBD DIY belum menemukan titik rawan longsor baru. Kasus longsor di Imogiri, katanya, memang masuk dalam kawasan rawan longsor. Titik-titik potensi longsor tersebut harus menjadi peringatan baru bagi masyarakat karena jadi ada longsor susulan.

“Masyarakat yang menganggap di sana aman, bisa jadi kondisi lingkungannya sudah mengalami perubahan. Jadi tetap harus waspada. Termasuk yang di sekitar longsor Imogiri, harus waspada.”

Terpisah, Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Jogja Djoko Budiono menjelaskan hingga kini Siklon tropis Veronica masih terlihat di samudera Hindia. Selain potensi hujan, angin kencang, banjir dan tanah longsor, hal lain yang perlu diwaspadai adalah kenaikan gelombang laut. “Gelombang di perariran Selatan Jawa yang cukup tinggi bisa berkisar 2,5 meter hingga 4 meter,” ucap dia.

Menurutnya, masa hidup sebuah siklon tropis umumnya sampai tujuh hari. Selain Siklon Veronica, di ujung timur dekat dengan Australia terdeteksi juga Siklon Trevor. Namun, Siklon Trevor pengaruhnya tidak terlalu signifikan bagi wilayah DIY.