UAJY Buka Prodi Magister Teknik Industri

Penyerahan SK Pendirian Program Studi Magister Teknik Industri UAJY di ruang Diskusi Lantai Dasar Kampus II UAJY, Gedung Thomas Aquinas, Selasa (26/3/2019). - ist/dok.humas UAJY
29 Maret 2019 09:27 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) membuka Program Studi Magister Teknik Industri. Prodi baru ini sebagai wujud UAJY mempersiapkan masyarakat menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Ketua Program Studi Magister Teknik Industri UAJY Parama Kartika Dewa mengatakan arus globalisasi di sektor industri saat ini membawa perubahan yang besar pada pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Era Revolusi Industri 4.0 berdampak pada perubahan operasi ke arah ekonomi digital, maha data, dan Internet untuk segalanya. Salah satu dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia adalah terjadinya perubahan jenis pekerjaan yang diperlukan, pergeseran jenis pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan di masa mendatang.

“Pergeseran jumlah dan jenis tenaga kerja di Indonesia sangat dipengaruhi oleh Revolusi Industri 4.0. Jenis pekerjaan yang saat ini sangat menjanjikan akan berganti dengan jenis perkerjaan yang baru,” kata dia, dalam Penyerahan SK Pendirian Program Studi Magister Teknik Industri UAJY, Selasa (26/3/2019).

Salah satu kompetensi SDM yang diperlukan oleh banyak perusahaan nasional dan internasional masa kini, serta mutlak harus dimiliki oleh masyarakat yang ingin berhasil di era Revolusi Industri 4.0 adalah business analytics.

Era maha data dalam pengelolaan industri, membuat kompleksitas pengelolaan industri meningkat drastis. Hal ini berdampak meningkatnya risiko bagi pengelola industri, untuk melakukan kesalahan dalam membuat keputusan manajerial. Kemampuan business analytics ini, sangat diperlukan untuk menjalankan peran manajerial yang ideal dalam proses pengambilan keputusan pada situasi dan lingkungan industri yang semakin kompleks. Lulusan program ini diharapkan mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih efisien dengan profit yang tentu semakin besar.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah V DIY Bambang Supriyadi mendorong sejumlah universitas besar di DIY untuk membuka prodi magister, doktoral maupun sekolah vokasi.

"Minat universitas untuk membuka prodi selain jenjang strata satu masih sedikit. Ini juga sekaligus bisa membantu wilayah lain, yang masih kesulitan dalam mempunyai dosen yang sudah magister," kata dia.