Perguruan Tinggi di DIY Didorong Tambah Program Magister

Ilustrasi wisuda perguruan tinggi - Antara
03 April 2019 09:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta (LL Dikti Wilayah V DIY) mendorong setiap perguruan tinggi yang 'sudah mapan', untuk menambah program studi magister, daripada meningkatkan jumlah prodi strata satu.

Kepala LL Dikti Wil V DIY, Bambang Supriyadi mengatakan, hal itu didasari alasan agar perguruan tinggi tersebut bisa membantu perguruan tinggi lain, yang mengalami kesulitan dosen S2.

"Kalau mengajukan S2 kemudian dibuktikan dengan dokumen, dosen-dosen pengajar sudah siap, maka fasilitas tidak perlu diteliti. Karena kami meyakini PT yang sudah mapan itu, sudah memenuhi fasilitas yang dibutuhkan, lalu kami beri rekomendasi," kata Bambang, Selasa (2/4/2019).

Ia menjelaskan, dari total 627 prodi yang ada, baru ada enam prodi doktoral dan 60 prodi magister di DIY. Sedangkan untuk S1 sudah mencapai 400 prodi.

Sekarang ini, pengajuan izin membuka prodi baru lebih pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dalam waktu dekat, izin akan dipercepat lagi. Sejak 2015, usulan prodi baru harus melewati rekomendasi Kopertis, yang sekarang bernama LL Dikti. Proses perizinan ditargetkan tidak lebih dari 15 hari berjalan.

"Setelah [izin] dikeluarkan, LL Dikti akan mengawasi selama dua tahun. Jika tidak berhasil, maka LL diberi wewenang untuk mencabutnya. Saat ini Kementerian sedang menyiapkan draft Peraturan Menteri yang mengatur wewenang pencabutan," ujarnya.

Selain baru saja mendirikan prodi Magister Teknik Industri, Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Prof.Yoyong Arfiadi menyatakan, saat ini UAJY akan memprioritaskan peningkatan jumlah dosen S3, baik itu dengan cara mendorong dosen yang sudah ada mengikuti studi lanjutan dan merekrut dosen S3 baru.

Tujuannya, agar bisa memberikan layanan pendidikan lebih baik. Selain itu, dosen juga didorong untuk seimbang melaksanakan tri dharma perguruan tinggi.

"Dosen S3 di UAJY saat ini persentasenya 30% dari total dosen yang ada, kami targetkan bisa bertambah menjadi 40%," ungkapnya.

Sebelumnya, pada akhir Januari 2019 lalu, Universitas Islam Indonesia (UII) baru saja membuka prodi S2 Magister Kimia. Rektor UII, Fathul Wahid menyatakan, data FORLAP DIKTI per Januari 2019 menyebutkan, terdapat 54 program studi Magister di bidang kimia, meliputi Teknik Kimia, Kimia, Pendidikan Kimia, dan Biokimia.

“Sampai saat ini ada 18 Program Magister Kimia di Indonesia, termasuk Program Magister Kimia UII. Dari 18 Program Magister Kimia tersebut, UII merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) atau merupakan PTS pertama di Indonesia yang memiliki Program Magister Kimia,” tuturnya.