Advertisement

Warga Kecamatan Playen Berinovasi Kembangkan Mi Mocaf Cepat Saji

David Kurniawan
Rabu, 03 April 2019 - 23:27 WIB
Yudhi Kusdiyanto
Warga Kecamatan Playen Berinovasi Kembangkan Mi Mocaf Cepat Saji Mi instan mocaf hasil inovasi Suti Rahayu. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Warga Dusun Sumberjo, Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Suti Rahayu, membuat inovasi tepung mocaf atau tepung tapioka yang telah dimodidikasi menjadi mi instan cepat saji. Hasil kreasi ini tidak kalah dengan mi instan siap saji yang beredar di pasaran.

Saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu, Suti mengatakan inovasi makanan berbahan tepung mocaf sudah dijalankan sejak 2012. Suka duka dalam berusaha ia telah jalan sehingga terus berkreasi agar makanan yang dipasarkan laku di pasaran. “Sekarang saya buat mi instan mocaf siap saji dalam bentuk gelas maupun dibungkus dengan plastik,” kata Suti, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, ide pembuatan mi instan siap saji muncul sejak dua tahun lalu. Awalnya, ia hanya fokus membuat mi mocaf rebus, tapi karena melihat potensi pasar maka dia membuat mi cepat saji dalam bentuk cup atau gelas. “Semua penuh dengan tantangan, misalnya pernah gagal total karena produksi mi mocaf seberat 250 kilogram harus terbuang sia-sia. Tapi semua itu tidak membuat saya menyerah karena usaha dan kreasi terus dilakukan,” katanya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Dia menjelaskan, untuk kreasi mi mocaf cepat saji sering berkonsultasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Playen. Hasil konsultasi dan diskusi dapat mempermudah dalam proses inovasi. “Setelah beberapa kali gagal, saya meminta masukan dari LIPI dan disarankan membuat dengan komposisi saya sendiri. Lalu saya coba kreasi dengan membuat mi tanpa bahan kimia dan ternyata berhasil,” katanya.

Menurut dia, ada tiga jenis mi instan yang diproduksi, yakni mi rebus tanpa bumbu, mi rebus dengan bumbu dan mi gelas yang dipasarkan Rp6.000 per satuannya. “Tinggal pilih karena ada juga beberapa varian rasanya,” katanya.

Untuk bahan baku, Suti mengaku mengambil dari wilayah penghasil mocaf di Gunungkidul seperti di Kecamatan Rongkop, Tanjungsari, Paliyan hingga Panggang. Adapun pemasaran tidak hanya di beberapa kota di Indonesia karena sudah ada orang dari Jepang yang berniat memasarkan di Negeri Sakura. “Usaha sudah berjalan dengan baik dan bahkan sekarang mulai kesulitan mendapatkan stok mocaf untuk bahan mi. Untuk penjualan Alhamdulillah setiap pekan banyak yang berkunjung,” ucapnya.

Salah seorang pembeli, Edo Nurgantara, mengatakan mi instan cup berbahan tepung mocaf mempunyai tekstur yang berbeda jika dibandingkan dengan mi instan biasa. Dari sisi tekstur, mi mocaf lebih kenyal, dan proses pemasakan membutuhan waktu yang lebih lama. “Kalau mi biasa cukup tiga menit, untuk mi mocaf harus lima menit. Untuk rasa tidak kalah dengan mi instan lainnya,” kata Edo.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Kejati Maluku Utara

News
| Kamis, 29 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement