RSUD Wates Sudah Siapkan Layanan Konseling untuk Caleg Stres

Ilustrasi penderita gangguan jiwa. - Antara
21 April 2019 08:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Dinas Kesehatan Kulonprogo menginstruksikan seluruh instansi kesehatan dan pihak terkait untuk mengantisipasi masalah kesehatan yang mungkin muncul pascapemilu 17 April lalu.

Instruksi itu disampaikan kepada seluruh rumah sakit, puskemas, Palang Merah Indonesia (PMI) Kulonprogo, dan para sukarelawan. Instruksi tersebut meminta petugas kesehatan mengawasi dan segera bertindak jika ada masalah kesehatan yang menimpa peserta pemilu serta petugas TPS.

"Namun hingga hari ini belum ditemukan adanya masalah kesehatan, termasuk yang menimpa caleg," ujar Pelaksana Harian Kepala Dinkes Kulonprogo Ananta Kogam, Sabtu (20/4/2019).

Kogam mengatakan potensi caleg yang mengalami masalah kesehatan jiwa pascapemilu cukup tinggi. Meski begitu ia optimistis untuk wilayah Kulonprogo, hal itu tidak akan terjadi. Sebab sebelum mencalonkan, semua caleg telah melakukan cek kesehatan.

Kendati demikian, antisipasi tetap diperlukan. Seperti halnya yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates yang telah menyiapkan layanan konseling khusus bagi calon legislatif (caleg) yang gagal dalam Pemilu 2019. Fasilitas ini disediakan untuk mengatasi kemungkinan depresi atau stres menimpa caleg yang gagal menjadi wakil rakyat.

Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati mengatakan layanan konseling bagi caleg gagal akan menggunakan ruangan khusus. Waktu pengobatan juga dibedakan dengan pasien pada umumnya. "Layanan khusus ada, kami sudah siapkan, nanti pakai ruang khusus dan harinya juga khusus," ujarnya.

Merujuk laman website RSUD Wates, Poliklinik Kesehatan Jiwa di rumah sakit tersebut dibuka setiap hari kecuali Minggu. Dibukanya layanan konseling bagi caleg gagal ini menjadi terobosan rumah sakit itu untuk menekan warga Kulonprogo yang mengidap gangguan kesehatan jiwa. "Nanti akan ditangani dokter Heru," ujarnya.