Tambahan Kuota Haji DIY Tunggu Pemerintah Pusat

Ilustrasi ibadah haji. - JIBI
22 April 2019 05:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rencana penambahan kouta haji menyusul adanya tambahan kuota sebanyak 10.000 jemaah masih belum jelas realisasinya. Hingga kini tambahan kouta masih dibahas Pemerintah Pusat.

Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, Sigit Warsito, menjelaskan hingga kini masih belum ada surat resmi dari Kementerian Agama terkait dengan penambahan kuota haji, termasuk petunjuk teknis dan pelaksanaan penambahan kuota. "Kami masih menunggu petunjuk dari Pusat, apakah penambahan kuota haji direalisasikan tahun ini atau tahun depan," katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (20/4/2019).

Tahun ini, jumlah jemaah calon haji asal DIY yang akan berangkat sebanyak 3.131 jemaah. Namun penambahan kuota untuk tahun ini bukan perkara mudah dan banyak konsekuensi jika direalisasikan mulai dari penambahan anggaran karena bertambahnya jumlah jemaah haji hingga penambahan petugas haji. Selain itu, jumlah kloter juga bertambah. Hal ini juga tergantung dari kesepakatan Pemerintah Pusat dan Dewan. "Tambahan kuota tidak sesederhana itu urusannya," kata Sigit.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Haji Kantor Kemenag Kota Jogja, Ahmad Mustafid Bimsyar. Diakuinya, belum ada informasi terkait dengan tindaklanjut penambahan kuota tersebut. Jika direalisasikan tahun ini, tambahan jumlah jemaah hanya sekitar 60 orang se DIY. "Itu kalau sama dengan tambahan kuota 10.000 di 2016. Tapi kami masih menunggu juklak dan juknisnya," katanya.

Tahun ini jumlah jemaah calon haji dari Kota Jogja sebanyak 410 jemaah. Jumlah tersebut masih bisa berubah mengingat pelunasan tahap kedua baru dimulai pada 30 April 2019. Setelah itu Kemenag membentuk kelompok terbang. Direncanakan seluruh jemaah berangkat pada Juli 2019.