Advertisement
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Meninggal, Tidak Ada Pergantian di Kursi Dewan
Ilustrasi Partai Golkar - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Marsiyono, meninggal dunia di RSUP Dr Sardjito Jogja, Senin (22/4/2019) pukul 06.00 WIB karena sakit. Sekretaris DPRD Gunungkidul, Agus Hartadi, memastikan posisi yang ditinggalkan Marsiyono tidak akan diisi anggota lain. Hal ini mengacu pada aturan bahwa pergantian antarwaktu (PAW) maksimal dilakukan enam bulan sebelum masa kerja anggota Dewan berakhir.
“PAW terakhir bisa dilakukan pada Februari 2019. Jadi, meninggalnya Marsiyono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Gunungkidul tidak akan diganti karena batas waktu PAW sudah lewat,” kata Agus kepada wartawan, Senin.
Advertisement
Dia menjelaskan dengan berkurangnya satu anggota Dewan maka hingga akhir masa jabatan pada Agustus 2019 hanya ada 44 orang di DPRD Gunungkidul. “Ini sudah sesuai aturan, jadi kami tidak bisa melanggarnya,” katanya.
Disinggung mengenai kekosongan posisi wakil ketua, Agus mengaku belum bisa berkomentar banyak. Dia berdalih keputusan bakal dirapatkan pimpinan Dewan. “Masih akan dirapatkan. Jika sesuai prosedur, maka jatah itu menjadi hak Fraksi Golkar,” kata mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ini.
Lebih jauh diungkapkan Agus, selama periode anggota DPRD 2014-2019 terdapat lima kali PAW. Adapun rinciannya, dua pergantian terjadi di Fraksi PDI Perjuangan, dan tiga lainnya berasal dari Fraksi Demokrat, PAN dan Golkar. “Untuk PAW kebijakan berada di masing-masing partai. Sekretariat Dewan hanya bertugas memfasilitasi,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho. Menurut dia, partainya ikut berduka atas meninggalnya Marsiyono pada Senin pagi karena sakit dan kelelahan. “Saya kaget dan ikut berduka cita atas wafatnya Pak Marsiyono,” katanya.
Heri menuturkan, Marsiyono merupakan sosok panutan yang berjuang tanpa lelah untuk membesarkan partai hingga akhir hayatnya. “Kami sangat kehilangan seorang bapak dan tauladan di Partai Golkar,” katanya. Jenazah Marsiyono dikebumikan di tempat permakaman umum Dusun Pijenan, Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement








