Ini Empat Nama yang Kemungkinan Besar Menjadi Anggota DPD dari DIY

GKR Hemas - Antara/Hendra Nurdiyansyah
23 April 2019 22:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–GKR Hemas masih mendominasi perolehan suara terbanyak untuk kandidat senator daerah asal DIY. Selain GKR Hemas, Afnan Hadikusumo, Cholid Mahmud dan Hilmy Muhammad, mendulang suara yang signifikan. Selain Hilmy Muhammad atau akrab disapa Gus Hilmy, nama-nama yang meraup suara terbanyak adalah calon DPD petahana.

Berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilakukan di internal masing-masing calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan metode real count di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS), empat nama kandidat DPD RI asal DIY bertengger di urutan teratas perolehan suara. Keempatnya, masing-masing GKR Hemas, Hilmy Muhammad, Afnan Hadikusumo dan Cholid Mahmud.

Berdasarkan data perolehan suara sementara itu, raihan suara kuda hitam Hilmy Muhammad menguntit suara Hemas. Angkanya sebanyak 212.000 suara, sementara petahana Afnan Hadikusumo menduduki posisi ketiga sebanyak 122.587 suara. Adapun posisi keempat diraih Cholid Mahmud sebesar 97.898 suara. "Kami akan terus memantau dan menunggu hasil resmi dari KPU," kata Gus Hilmy sapaan akrab Hilmy Muhammad.

Gus Hilmy mengatakan berdasarkan penghitungan internal yang dilakukan raihan suara per Senin (22/4/2019) sebanyak 212.000 suara. Jumlah tersebut berasal dari 5.480 TPS dari 11.781 TPS se DIY. Sebagian besar suara Hilmy diperoleh dari kantong-kantong basis nahdiyin. Di Bantul total suara yang diperoleh 85.310 suara, Sleman (48.952 suara), Gunungkidul (38.707 suara) dan Kulonprogo sebanyak 32.899 suara. Di wilayah perkotaan, meski mendapat suara namun angkanya cukup kecil hanya 5.788 suara.

Dikarenakan ada keterbatasan jumlah sukarelawan, pihaknya juga tidak bisa melihat hasil perolehan suara dari kandidat lainnya. Oleh karenanya, lanjut Hilmy, ia masih menunggu perolehan suara resmi dari KPU. "Suara yang kami kumpulkan berdasarkan laporan kader-kader di lebih dari 4.000 TPS. Jadi ini adalah laporan dari basis internal sendiri dan sekitarnya, kemungkinan eror masih bisa," kata Hilmy.

Di singgung soal rencana jika terpilih sebagai salah seorang anggota DPD RI, Hilmy akan tetap belajar dari senator-senator yang lebih dulu menjadi anggota DPD RI. "Kami memang punya rencana dan program, tapi tentu mereka punya pengalaman yang nyata di kalangan birokrasi maupun langsung di tengah masyrakat. Oleh karena itu kami siap belajar dan mendapat bimbingan-bimbingan dari mereka yang sudah lebih dulu di sana [DPD]," kata Hilmy.

Jika suara Gus Hilmy ternyata sama dengan rekapitulasi dari KPU pada 22 Mei, jumlahnya sudah melebihi perolehan anggota DPD DIY periode 2014-2019, kecuali GKR Hemas.

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pada Pemilu 2014, GKR Hemas memperoleh 1.017.686 suara atau 50,59%.

Posisi kedua Hafidh Asrom dengan perolehan 158.794 atau 7,89%. Ketiga adalah Cholid Mahmud dengan perolehan 149.824 suara atau 7,45%. Keempat adalah M. Afnan Hadikusumo dengan perolehan 144.820 atau 7,20%.

Kumpulkan Data

Ketua Humas Tim Sukses GKR Hemas, Fuska Evani Tsani mengatakan masih terus mengumpulkan data real count dari setiap TPS. Namun berdasarkan surat suara yang masuk dari sekitar 5.000 TPS atau 51% sekitar 1,3 juta suara yang masuk GKR Hemas meraih 543.484 suara. "Kami masih menunggu update terbaru dari masing-masing kecamatan, karena saat ini masih dilakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan [PPK]," katanya, Senin.

Adapun, Afnan Hadikusumo mengatakan hingga kini masih menunggu hasil penghitungan resmi yang masih berlangsung di tingkat PPK. Berdasarkan perolehan jumlah suara yang berhasil dihimpun sukarelawan afnan.ivoters.id, raihan suara Afnan berada di posisi ketiga setelah Hemas dan Hilmy. Perolehan hasil suara ini, kata Afnan, merupakan kerja keras dari semua elemen warga Muhammadiyah, Aisyiyah, sukarelawan, dan timses.

"Kami juga dapat dukungan dari masyarakat yang sevisi dengan kami. Mereka bersungguh-sungguh mempunyai keinginan yang sama yakni terwujudnya pemerintahan yang bersih, baik, dan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat di DIY," katanya.

 Meskipun demikian, Afnan menggaris bawahi terkait dengan perolehan suara seluruh calon anggota DPD RI di wilayah DIY. Selama selama sosialisasi (masa kampanye), katanya, masih banyak warga yang belum mengerti tentang DPD baik dari sisi postur organisasi, tugas pokok fungsinya, serta kewenangannya. "Maka dari itu, selama sosialisasi kami juga lakukan pendidikan politik bagi warga DIY agar mereka menjadi paham perihal DPD," kata Afnan.