Ini Objek Wisata di Sleman yang Ramai Pengunjung pada Libur Panjang Usai Pemilu

Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebing Breksi, Minggu (30/12/2018) - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
23 April 2019 07:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :


Harianjogja.com, SLEMAN--Selama libur Pemilu dan Paskah terhitung mulai Rabu (17/4/2019) sampai dengan Minggu (21/3/2019) sejumlah objek wisata di kabupaten Sleman mengalami kenaikan pengunjung.

Ketua Pengelola Taman Tebing Breksi, Kholik Widianto, mengatakan jumlah kunjungan dalam beberapa waktu terutama dalam libur paskah mengalami kenaikan lantaran juga bersamaan dengan libur pemilu juga libur sekolah.

"Sehingga tentu saja ini jadi salah satu faktor kenaikan kunjungan," kata Kholik kepada Harianjogja.com, Senin (22/4/2019).

Mengenai atraksi tambahan di Tebing Breksi saat libur panjang pekan lalu, Kholik mengatakan tidak ada aktivitas atraksi-atraksi tambahan yang dilakukan.

"Hanya saja memang pengunjung wisata ke Tebing Breksi ini semakin dilengkapi dengan adanya sarana prasarana pengembangan fasilitas berupa balkondes [basis kuliner dan homestay] juga adanya glamour camping, dan saat ini memang baru tahap pengenalan dan pemasaran yang lebih fokus," jelasnya.

Tahun lalu, kata Kholik, pada masa libur paskah jika rata-rata kunjungan per hari sekitar 2.000-3.000 wisatawan.

"Pada libur paskah tahun 2019 ini menjadi rata-rata 4.000 hingga 6.000 wisatawan perhari atau terjadi kenaikan yang cukup signifikan yakni 1.000 pengunjung perhari dalam masa libur paskah," paparnya.

Sementara itu, rata-rata pendapatan bruto (kotor) di Tebing Breksi sebesar Rp160 juta rupiah selama masa liburan.

"Dan ini belum termasuk dengan potongan diskon untuk pelajar sampai 30% dan komunitas 10%," ujarnya.

Sedangkan, Ketua Asosiasi Jeep Sisi Barat, Dardiri, mengatakan jika sedari hari Kamis (18/4/2019) sampai Minggu Jeep di sisi barat Kaliurang sudah full order.

"Baik yang sudah order duluan maupun reguler selama tiga hari berturut turut, mulai kamis sampai Sabtu," ujarnya.

Jeep sendiri, kata Dardiri, rata-rata empat kali melayani trayek wisata pada masa liburan panjang pekan lalu.

"Namun di hari Minggu [21/4/2019] sudah mulai normal kembali," jelasnya

Dardiri mengatakan jika dibandingkan tahun lalu, libur panjang Paskah kali ini hampir sama dan tidak ada penurunan.

"Justru kenaikan terjadi untuk minat khusus wisata lava tour," tutupnya.