Advertisement
Masih Perlukah Angkutan Umum untuk Warga Gunungkidul?
Lalu lintas di ruas jalan utama Gunungkidul. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Sebanyak 40 angkutan kota (angkot) di Kabupaten Gunungkidul sudah tidak lagi beroperasi. Tidak beroperasinya angkot sudah terjadi selama sembilan tahun terakhir.
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan dan Terminal, Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Ikrar Subarno, mengatakan penyebabnya tidak beroperasi angkot karena tidak ada penumpang yang mau naik angkot sebagai moda transportasi. "Orang sekarang sudah punya kendaraan pribadi," ujarnya, Rabu (24/4/2019) .
Advertisement
Dia tidak menampik jika munculnya layanan transportasi berbasis teknologi semakin membuat nasib angkot tersingkirkan. Pihaknya pernah berdiskusi dengan pemilik angkot untuk menentukan jalur mana yang masih ada penumpangnya. "Hal itu juga tidak berhasil dilakukan," imbuhnya.
Dishub Gunungkidul ingin melakukan survei tentang masih perlukah angkot di Kabupaten Gunungkidul namun terkendala anggaran. Anggaran yang dibutuhkan untuk survei sebesar Rp250 juta.
BACA JUGA
Sementara itu, salah seorang sopir angkot, Wanto, menyatakan jumlah penumpang yang dapat ia angkut tiap harinya tidak menentu. "Kadang ada satu atau dua orang yang naik, tapi sekarang lebih sering sepinya," kata Wanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Hasto-Wawan Apresiasi Penggerak Sampah Hingga UMKM
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
Advertisement
Advertisement








