Advertisement
Desa Bendung Gunungkidul Beli Ambulans Pakai Dana Desa
Ambulans milik Puskesmas Mlati II, Kabupaten Sleman saat uji emisi, Selasa (9/4/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Desa Bendung, Kecamatan Semin pada tahun ini akan membeli satu unit mobil ambulans menggunakan dana desa. Tujuannya adalah untuk menunjang fasilitas sarana kesehatan desa.
Sebelumnya diberitakan, Anggaran Dana Desa (ADD) untuk Kabupaten Gunungkidul pada tahun lalu sebesar Rp118 miliar. Pada 2019 ini ADD yang diterima senilai Rp136 miliar.
Advertisement
Kepala Desa Bendung, Didik Rubiyanto, mengatakan alokasi dana desa yang ia peroleh pada tahun lalu sekitar Rp147 juta. Dia menyatakan, tahun ini dana desa yang diterima mengalami peningkatan.
"Tahun ini kami terima kurang lebih Rp165 juta. Acuannya yaitu Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 60/2018 tentang Dana Desa," ucapnya, Jumat (26/4/2019).
BACA JUGA
Menurutnya, dana desa yang sebelumnya juga ada yang dialokasikan untuk sektor kesehatan. "Supaya masyarakat desa kesehatannya terjamin,"
Saat dikonfirmasi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Kabupaten Gunungkidul, Sujoko, mengungkapkan dia belum tahu soal rencana pembelian ambulans.
Namun menurut, dia biasanya anggaran dana desa dipakai untuk pelatihan dan pembangunan. "Biasanya sih seperti itu," ujar Sujoko kepada Harianjogja.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Dalami Komunikasi Bank BJB dan Ridwan Kamil di Kasus Korupsi Iklan
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Ngaku Polisi Saat Beraksi, Begal Motor Diringkus di Pundong Bantul
- Disdukcapil Bantul Catat Paranormal hingga Tabib di Kolom KTP
- Gunungkidul Tunggu Izin Kemendagri untuk Pemilihan Lurah 2026
- Empat Pemuda Mabuk Curi Motor di Pleret, Satu Masih Buron
- Kuota Penonton PSIM Jogja vs Persis Solo Naik Jadi 9.000 Orang
Advertisement
Advertisement



