Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Kepala Disdukcapil Bantul Bambang Purwadi (kanan) menyerahkan dokumen iga dokumen sekaligus, yakni akta kelahiran, Kartu Ibu dan Anak (KIA), serta Kartu Keluarga (KK) kepada salah satu warga Bantul, Jumat (3/5/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) meluncurkan pelayanan akta kelahiran secara online. Selain dapat mengakses layanan tersebut dengan gratis, masyarakat juga bisa mendapatkan tiga dokumen sekaligus, yakni akta kelahiran, Kartu Ibu dan Anak (KIA), serta Kartu Keluarga (KK).
“Jadi selain mendapatkan akta kelahiran juga mendapatkan kartu identitas anak [KIA] dan pembaruan kartu keluarga [KK], istilahnya three in one atau daftar satu mendapat tiga dokumen” kata Kepala Disdukcapil Bambang Purwadi dalam Sosialisasi dan Launching Go-Akta (Pelayanan Akta Kelahiran secara Online di Puskesmas dan Rumah Sakit) di Gedung Pertemuan SMK 1 Bantul, Jumat (3/4/2019).
Bambang mengatakan masyarakat cukup mendaftar melalui puskesmas, rumah sakit, atau rumah bersalin untuk mendapatkan akta kelahiran. Setelah itu, dalam sehari tiga dokumen langsung jadi dan diberikan oleh petugas Disdukcapil melalui rumah sakit. “Nantinya petugas yang akan berkeliling antar dan jemput berkas jika terjadi kekurangan,” ucap dia.
Bambang mengatakan sudah ada 16 puskesmas, satu rumah sakit pelat merah dan sembilan rumah sakit swasta yang bekerja sama untuk penerbitan akta secara online. Dalam waktu dekat dinasnya juga akan bekerja sama juga dengan rumah sakit yang ada di luar Bantul untuk memperluas jangkauan penerbitan akta kelahiran, salah satunya RSUP Dr.Sardjito
Meski baru diluncurkan, namun layanan akta kelahiran online yang sudah diujicobakan sejak 1 April lalu itu sudah menerbitkan sebanyak 41 keping akta kelahiran berikut KIA dan KK. Ketiga dokumen yang sudah jadi tersebut nantinya diantar langsung oleh petugas melalui layanan Go-Akta. “Layanan ini memang memudahkan masyarakat. Masyarakat tidak perlu repot harus bolak-balik mengurus ke Kantor Disdukcapil,” ujar Bambang.
Sampai saat ini cakupan akta kelahiran untuk anak usia 0-18 tahun di Bantul sudah mencapai 96,53% dari total 238.824 anak. “Yang belum punya akta kelahiran tinggal sekitar 8.032 anak. Disdukcapil terus berupaya melakukan percepatan cangkupan akta kelahiran melalui berbagai program yang memudahkan masyarakat dalam mengaksesnya, bahkan dengan jemput bola,” ucap dia.
Selain melalui rumah sakit, masyarakat juga bisa mengakses akta kelahiran secara personal melalui aplikasi berbasis android. Aplikasi bernama Dukcapil Smart Bantul dapat diunduh melalui android.
Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Bantul, Darwatiningsih menyatakan layanan penerbitan akta kelahiran via daring tersebut melengkapi sejumlah layanan yang sudah dilakukan secara online melalui Dukcapil Smart Bantul.
Dalam aplikasi tersebut terdapat sejumlah layanan administrasi kependudukan yang bisa diakses. Selain akta kelahiran, ada layanan akta kematian, akta perkawinan, akta perceraian, permohonan pencetakan KTP-el, dan pemutakhiran data.
Bupati Bantul Suharsono mengapresiasi sekaligus bangga dengan adanya layanan akta kelahiran secara online. Menurutnya program tersebut salah satu bukti Pemkab Bantul melalui Disdukcapil mempunyai komitmen serius dalam meningkatkan pelayanan publik. “Pokoknya tak boleh ada lagi pelayanan yang antre dan rumit. Jangan ada waktu banyak tersita hanya untuk mengurus administrasi,” kata Suharsono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan, Sri Ediastuti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Pemkab Sleman menyerahkan Perbup batas wilayah kepada 17 lurah untuk memperkuat tertib administrasi, kepastian hukum, dan pembangunan daerah.
KPK mengungkap identitas delapan tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek jalan Sumut, termasuk mantan Kepala BBPJN Sumut Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja.
Pemkab Magelang mendorong TP PKK memperkuat kesehatan keluarga, pencegahan stunting, ekonomi rumah tangga, dan perlindungan anak.
Kontingen Indonesia bertolak ke Jepang untuk Asian Para Games 2026 dengan target 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu.
Rupiah hari ini, Selasa 13 Oktober 2026, diprediksi melemah ke kisaran Rp17.910–Rp17.960 per dolar AS akibat tekanan geopolitik dan kebijakan The Fed.