Sleman Tak Cocok untuk Lahan Bawang Putih

Ilustrasi panen bawang merah. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
07 Mei 2019 18:07 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sempat mencapai Rp60.000 per kilogram, harga bawang putih di Sleman di awal Ramadan tahun ini sedikit turun jadi Rp52.000 per kilogram. Meski begitu, harga itu dinilai masih cukup tinggi.

Salah satu penyebabnya adalah tak adanya angka produksi bawang putih di Bumi Sembada. Kepala Bidang Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Edi Sri Harmanto mengatakan kondisi geografis di Sleman memang tidak cocok untuk ditanami bawang putih. “Menanam bawang putih kan harus di ketinggian tertentu. Biasanya di ketinggian 1.000 meter, di Sleman, tidak ada daerah yang cocok untuk menanam bawang putih,” kata dia, Selasa (7/5).

Dia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan bawang putih di masyarakat di Sleman, biasanya memasok dari daerah lain. Sebaliknya, untuk tanaman bawang merah, ini Pemkab Sleman menargetkan bakal menanam 20 hektare bawang merah di wilayah Sleman. “Untuk tahun lalu juga sudah 20 hektare di Godean, Kalasan, hasilnya cukup bagus. Pada Mei nanti, akan mulai menanam bawang sekitar 20 hektare di wilayah Kalasan, setelah musim hujan selesai,” ujar dia.

Tanaman bawang merah bisa menghasilkan 9-12 ton per hektare. Namun hasil itu tentunya sangat dipengaruhi oleh musim. “Kalau musim kemarau itu bagus, apalagi untuk petani pemula, karena kalau musim hujan bisa mengakibatkan gagal panen,” ucap dia.

Dia mengatakan hasil panen sekitar 9-12 ton per hektare itu hanya didistribusikan untuk pasar lokal Sleman. “Itu juga masih memasok dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucap dia.