Tiongkok Tawarkan 200 Beasiswa di DIY

Ilustrasi beasiswa - Ist/mmhealth.org
11 Mei 2019 05:47 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 200 lulusan SMA/SMK/MAN di DIY akan menerima beasiswa penuh ke 10 perguruan tinggi yang ada di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada September 2019 mendatang. Beijing Education Institute for International Exchange (BEIIE) sebagai pemberi beasiswa saat ini sedang menyaring para siswa berprestasi dan berminat mengikuti program beasiswa tersebut.

Sekretaris DIY Gatot Saptadi menyampaikan program dari BEIIE ini telah dimulai sejak tahun lalu. Sekitar 20 siswa MAN diberikan beasiswa penuh oleh BEIIE untuk belajar di RRC. "Awalnya memang program hanya untuk lulusan MAN, namun tahun ini sudah dibuka untuk SMA, SMK dan MAN. Saya lihat suasana belajar dan kehidupan disana bagus, untuk muslim juga tidak ada diskriminasi,” kata Gatot melalui rilis, Jumat (10/5/2019).

Menurut Gatot, para penerima beasiswa ini akan mengikuti matrikulasi atau program penyetaraan ilmu dan pengenalan kampus selama satu tahun. Peserta akan menempuh pendidikan strata satu selama tiga tahun.

Dalam kurun waktu empat tahun, mereka harus memenuhi target yang telah diberikan oleh pihak BEIIE. "Kami pikir, pendidikan di manapun itu adalah sesuatu yang positif. Saya melihat ini adalah pola yang bagus dalam bentuk kemitraan karena kita mendapatkan manfaat dari beasiswanya, mendapat ilmu dan bisa belajar bersama banyak orang berbagai negara,” ujar Gatot.

Bagi Gatot, kerja sama pertukaran mahasiswa antara Dewan Pendidikan DIY dengan BEIIE akan jadi landasan kerja sama yang erat di masa depan khususnya di bidang pendidikan. "Lulusan sekarang belum bisa langsung dapat pekerjaan. Dengan ini mereka bisa menambah kualitas ilmu, meningkatkan ekonomi, dan meningkatkan mutu pendidikan di DIY secara keseluruhan,” katanya.

General Manager BEIIE Yu Da menyampaikan salah satu tujuan dari pemberian program beasiswa ini karena ingin memajukan dunia pendidikan. Dengan begitu, RRT akan lebih dikenal oleh masyarakat dunia karena banyak yang mengunjungi.

Selain itu dirinya juga tertarik pada beragam budaya yang ada di dunia khususnya di DIY. "Saya mempelajari Jogja dan melakukan komunikasi dengan akademisi UGM untuk menggali wawasan, dan pelan-pelan berani menawarkan program. Kami berharap kerjasama pendidikan ini akan membuka peluang kerja sama yang lain,” ujar Yu Da.

Yu Da mengaku senang bisa bekerja sama dengan DIY karena menurut dia kebudayaan di DIY sangat unik. Dia juga mengaku terkesan dengan pariwisata di DIY. “Pertama kali kesini, saya langsung jatuh cinta dengan Jogja. Saat ini kami ingin warga kami tidak hanya mengenal Bali, tapi di Indonesia juga ada Jogja yang memiliki keistimewaan dan paket lengkap untuk dikunjungi,” kata Yu da.

Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Danisworo berharap agar kesepakatan ini akan diikuti dengan join partnership comitee yang akan membahas lebih lanjut tentang bentuk kerja sama lain. Menurut dia, kerja sama yang disepakati harus menguntungkan kedua belah pihak.

Dia berharap ke depan, apa yang telah disepakati ini bisa berjalan lancar sesuai harapan. “DIY adalah kota pendidikan, pariwisata dan budaya. Kekayaan ini kita tawarkan kepada mereka. Dengan sepenuh hati kami membangun jembatan pendidikan ini bersama pihak-pihak terkait,” ungkap Danisworo.