Bandara Kulonprogo Beroperasi, Tambak Jalan Terus

Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. - Ist/ Dok AP I
12 Mei 2019 03:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Kegiatan tambak udang di selatan Yogyakarta International Airport (YIA) hingga kini masih berjalan kendati bandara baru mulai beroperasi dan kegiatan penghijauan di pesisir pantai itu sudah mulai dikerjakan.

Ketua Paguyuban Petambak Udang Glagah, Palihan, Jangkaran (Galitanjang), Agung Supriyanto mengatakan saat ini petambak di selatan bandara masih beraktivitas seperti biasanya. "Masih berjalan seperti sedia kala. Ada yang tebar benih ada yang baru panen juga," ujarnya, Sabtu (11/5/2019).

Meski demikian, ada pengurangan jumlah tambak karena panen yang kurang berhasil. "Karena kekurangan dana, jadinya sebagian tambak berkurang hanya sedikit saja," tutur Agung. Ia mengungkapkan, saat ini ada sekitar seratusan kolam tambak yang masih aktif.

Kegiatan tambak yang masih aktif hingga sekarang dikarenakan sampai saat ini belum ada kejelasan solusi dari Pemkab Kulonprogo terkait nasib petambak, menyusul rencana pengosongan lahan lantaran akan dipakai sebagai area sabuk hijau bandara baru. Padahal pada awal Mei ini, sudah dilakukan penanaman cemara udang di wilayah selatan YIA sebagai langkah mitigasi bencana di kawasan bandara.

"Kami tidak terpengaruh dengan adanya penanaman cemara udang. Itu kan yang dipakai hanya di wilayah selatan jalan dan di Palihan karena memang kosong dari petambak," ungkap Agung.

Pemkab Kulonprogo sebelumnya merencanakan pengosongan lahan tambak untuk kepentingan mitigasi bencana di selatan YIA. Pengosongan lahan tambak itu akan dilakukan secara bertahap.

"Saat ini ada sekitar 70% yang masih aktif menambak. Rencananya penertiban nantinya akan dilakukan bertahap," ujar Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, Leo Handoko.

Pemkab menargetkan, seiring dengan operasional penuh YIA pada 2020 nanti, pembuatan sabuk hijau sudah selesai dilakukan. Ia mengklaim, untuk pengosongan, langkah persuasif akan ditempuh Pemkab Kulonprogo.