Lebaran, Pengamanan Jalur Wisata Gandeng Pokdarwis

Sejumlah kendaraan melintasi jalan dari dan menuju objek wisata Kalibiru, Kecamatan Kokap, Selasa (21/5/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
22 Mei 2019 11:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Tahap pengamanan jalur wisata selama arus mudik dan balik Lebaran 2019 di Kulonprogo dimulai. Sebagai awalan, Dinas Perhubungan Kulonprogo telah berkoordinasi dengan instansi lain termasuk kepolisian dan kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Kepala Dishub Kulonprogo Lucius Bowo Pristiyanto mengungkapkan instansinya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kulonprogo dan Polres Kulonprogo terkait dengan pengamanan jalur wisata selama arus mudik dan balik Lebaran.

Dari kepolisian bakal mengerahkan jajaran polsek di masing-masing kecamatan yang memiliki jalur wisata. “Polres kebetulan sudah menyurati pokdarwis untuk membantu menangani kepadatan lalu lintas seperti di Kalibiru dan Pule Payung [Kecamatan Kokap]. Nanti teknisnya dipantau Polsek tetapi tidak berjaga di satu tempat karena harus keliling mengamankan lokasi lain,” ungkapnya, Selasa (21/5/2019).

Beberapa jalur wisata yang tergolong rawan kecelakaan berdasarkan pendataan Dishub di antaranya jalan menuju kawasan wisata Kalibiru dan Pulepayung di Kecamatan Kokap. Ada pula jalur menuju obyek wisata Kebun Teh Nglinggo, di Kecamatan Samigaluh. Lokasi-lokasi itu menjadi rawan kecelakaan karena faktor geografis yang naik turun.

Imbasnya, warga sekitar lokasi memiliki inisiatif membuat sejumlah rambu peringatan. Rambu swadaya ini biasanya berisi imbauan agar para pengendara kendaraan bermotor menggunakan gigi satu supaya kuat menanjak. Di samping pembuatan rambu swadaya, banyak warga membuka jasa pemadu jalan dan antar jemput menggunakan kendaraan pribadi.

Antoro, salah satu pekerja wisata di pintu masuk menuju objek wisata Kalibiru dan Pule Payung, mengatakan kepadatan arus lalu lintas wisatawan terutama untuk menuju Kalibiru kian meningkat. Ini terjadi sejak objek wisata berkonsep gardu pandang itu laris pada beberapa tahun lalu.

Kondisi ini membuat warga sekitar memanfaatkan situasi dengan menjadi pemandu jalan. Ada pula menjadi ojek musiman saat masa libur panjang tiba. Ini dilakukan selain untuk meraup pundi-pundi rupiah, sekaligus demi keselamatan wisatawan yang baru pertama kali berwisata di kawasan Kalibiru dan sekitarnya.

Harganya bervariasi ada yang Rp40.000 sampai Rp50.000. Tiap harinya ada sedikitnya 200 kendaraan menuju Kalibiru. “Jumlah ini akan meningkat saat akhir pekan dan liburan. Bahkan pernah sampai 6.000 an dalam satu hari, itu terjadi pas Lebaran tetapi dua atau tiga tahun lalu,” ucapnya.