Antraks Ditemukan, Sapi di Gunungkidul Akan Divaksin Selama 10 Tahun

Ilustrasi. - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
23 Mei 2019 18:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pemkab Gunungkidul serius untuk mencegah penyebaran antraks lebih luas. Selain melokalisir lalu lintas ternak di Desa Bejiharjo, Karangmojo, untuk pencegahan penyebaran juga akan memberikan vaksin kepada hewan ternak di lokasi sekitar selama sepuluh tahun ke depan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Gunungkidul, Azman Latif mengatakan, pasca-ditemukannya kasus antraks di Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, Karangmojo, pemkab langsung menggelar rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah serta mengundang Balai Besar Veteriner DIY. Tujuan dari koordinasi untuk memastikan penyebaran antraks tidak semakin luas.

Menurut dia, hasil dari koordinasi, organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Gunungkidul berkomitmen untuk melakukan pencegahan secara maksimal. Azman mencontohkan, agar penyebaran tidak semakin luas, dinas perhubungan berencana memindahkan jalur lalu lintas ternak. Pasalnya, Dusun Grogol IV terletak di jalur Ringroad Utara yang setiap harinya menjadi jalur angkutan ternak dari Pasar Hewan Siyono maupun Pasar Hewan Munggi di Kecamatan Semanu. 

“Jadi untuk sementara area Ringroad utara tidak boleh untuk lalu lintas ternak karena jalurnya akan dipindah. Untuk teknis pelaksanaan, kami serahkan sepenuhnya ke dinas perhubungan,” kata Azman usai memimpin rapat koordinasi pencegahan penyebaran antraks di Gunungkidul, Kamis (23/5/2019).

Dia menegaskan, pemindahan jalur lalu lintas ternak hanya salah satu upaya dan penanggulangan lain akan terus dilakukan. Hingga saat ini, sambung Azman upaya pemberian vaksin ternak terus diperluas tidak hanya di wilayah Dusun Grogol IV karena daerah lai  juga dilakukan hal sama.

Rencananya pemberian vaksin akan dilakukan selama sepuluh tahun ke depan dengan intensitas sebanyak dua kali dalam setahun.