Stok dan Harga Beras di Kulonprogo Masih Stabil

Pekerja sedang mengangkut beras dari petani di Kulonprogo untuk keperluan di tingkat pedagang pasar di Pasar Wates, Kecamatan Wates pada Selasa (21/5/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan.
23 Mei 2019 00:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES—Sejumlah pedagang beras di Pasar Wates mengaku harga beras di Kulonprogo relatif stabil selama bulan ramadan. Stok pun dianggap aman karena sebagian besar petani baru saja panen raya.

Salah satu pedagang di beras di Pasar Wates, Tri Hidayatun mengatakan, harga beras relatif lebih stabil dibanding kebutuhan pokok lainnya. "Dibanding bawang atau cabai, harga beras itu stabil. Karena mahal sedikit saja, langsung ada tindakan dari pemerintah," tutur Tri pada Harian Jogja, Selasa (21/5/2019).

Tri menjelaskan, harga beras pun saat ini masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Selama bulan puasa harga dianggap stabil. Harga untuk beras medium ada pada kisaran Rp8.400 per kilogram. Sedangkan, untuk beras premium ada pada kisaran Rp10.000 per kilogram. HET untuk beras medium yaitu Rp9.450 per kilogram. Sedangkan HET untuk beras premium yaitu Rp12.800 per kilogram.

Stok beras pun dianggap aman untuk bulan puasa dan lebaran. "Kemarin kan dari petani Kulonprogo sudah banyak yang panen raya, jadinya stok ke kita juga aman," ujarnya. Ia biasa mendapatkan stok lokal dari petani Kulonprogo dan sebagian kecil saja dari luar Kulonprogo.

Pedagang lainnya di Pasar Wates, Novi mengatakan sama juga dengan tahun lalu, harga dan stok beras Kulonprogo relatif aman. Ia mengatakan, karena beras merupakan kebutuhan pokok yang dianggap penting oleh pemerintah, maka pemerintah banyak memberikan perhatian pada stok dan harga beras.

"Pemerintah juga rutin melakukan sidak dan pantauan harga, kalau harga sedikit saja naik langsung diberi tindakan, ditambah stoknya dari Bulog," jelas Novi.

Menurutnya, harga beras akan tinggi apabila permintaannya juga terlampau tinggi karena konsumsi masyarakat yang tinggi akan beras. Biasanya terjadi di libur lebaran atau tahun baru. Namun, lebaran tahun ini diperkirakan harga tidak akan terlampau tinggi.  

Apabila harga sudah terlampau tinggi dan posisinya ada di atas HET, selalu ada tindakan dari pemerintah juga Bulog untuk operasi pasar di beberapa lokasi di Kulonprogo.