Layanan Adminduk Makin Mudah, Gunungkidul Genjot Tertib Administrasi
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Pemusnahan ribuan botol miras di halaman mapolres Gunungkidul, Selasa (28/5/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jajaran Polres Gunungkidul menghancurkan ribuan botol minuman keras (miras) hasil operasi penyakit masyarakat (pekat), Selasa (28/5/2019). Menjelang Lebaran, polisi terus meningkatkan operasi cipta kondisi untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, mengatakan pemusnahan barang bukti miras merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam upaya mencegah peredaran miras di masyarakat. Total ada 1.000 botol miras yang terdiri dari empat jeriken ciu, ratusan botol ciu, anggur kolesom, anggur merah, vodka hingga minuman keras berbagai merek lainnya. “Semua dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat,” kata Fuady kepada wartawan, Selasa.
Menurut dia, Polres Gunungkidul terus menggelar razia untuk mencegah peredaran miras lebih luas. “Kami terus menggelar razia. Harapannya, masyarakat ikut berpartisipasi dengan melaporkan ke petugas saat mengetahui hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar,” katanya.
Fuady menuturkan, konsumsi miras terlihat sepele. Namun dari sisi dampak tidak main-main karena bisa memicu tindak kriminal mulai dari pencurian, perampokan hingga tindak kekerasan terhadap orang lain. “Sudah banyak contoh kasus. Yang jelas, menenggak miras lebih banyak dampak negatifnya,” katanya.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Gunungkidul, AKP Tri Wibowo, menambahkan pemusnahan ribuan botol miras yang digelar di halaman mapolres merupakan hasil rasia operasi yang ditingkatkan oleh jajarannya beberapa waktu lalu. Menurut dia, peredaran ini harus dicegah karena secara hukum juga menyalahi aturan. “Yang jelas semua tidak ada izin edar sehingga kami amankan. Untuk jenis yang diamankan bermacam-macam mulai dari ciu hingga minuman keras bermerek,” kata Tri Wibowo.
Mantan Kapolsek Ngawen ini menambahkan, jajarannya terus menggelar razia peredaran miras. Adapun tujuannya memastikan kemanan dan ketertiban di masyarakat. “Selain miras kita juga mewaspadai peredaran obat-obatan terlarang,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Video yang membandingkan sambutan Mark Lee dan Jay ENHYPEN di acara Ralph Lauren viral. Fans membagikan rekaman lain dan mempertanyakan konteks klip tersebut.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Joanna Wietrzyk minta maaf setelah viral buang air besar saat lomba Hyrox di Beijing. Ia mundur secara retroaktif dan melepaskan poin kemenangannya.
Panpel Persija dilarang menggelar dua laga kandang di DKI, Banten, dan Jabar serta didenda Rp40 juta usai laga kontra Persib.