Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Bupati Gunungkidul, Badingah, menandatangani pengesahan tiga raperda baru di Kantor DPRD Gunungkidul pada Senin (13/5/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Prestasi ini merupakan yang keempat kalinya diraih secara beruntun.
Pemkab pertama kali meraih opini WTP di 2016, setelah sebelumnya terus memperoleh predikat wajar dengan pengecualian. Setelah itu, prestasi WTP terus dipertahankan hingga 2019.
Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan keberhasilan mempertahankan opini WTP dari BPK merupakan kado ulang tahun yang ke-188 untuk Kabupaten Gunungkidul. Menurut dia, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pegawai dalam upaya menyelenggarakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. “Alhamudillah Pemkab Gunungkidul berhasil mempertahankan predikat WTP,” katanya kepada wartawan, Selasa (28/5/2019).
Badingah menuturkan laporan keuangan yang disusun menggunakan standar akuntasi pemerintah. Ia tidak menampik di dalam pelaporan masih ada beberapa kekurangan, tetapi secara keseluruhan tidak memengaruhi hasil penilaian.
Dia berjanji dalam kurun waktu 60 hari melakukan perbaikan terhadap semua catatan-catatan yang diberikan oleh BPK. “Pasti akan kami perbaiki dan mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang opini WTP bisa terus dipertahankan,” katanya.
Ditambahkan Badingah, prestasi ini harus dijadikan penyemangat untuk terus meningkatkan kinerja. Dia mengingatkan jangan sampai capaian tersebut membuat para pegawai cepat puas terhadap apa yang diraih. “Kualitas layanan harus terus ditingkatkan. Selain itu, penyelenggaraan pemerintahan yang transparan juga harus dipertahankan,” katanya.
Kepala Perwakilan BPK DIY, Yusna Dewi, memberikan selamat atas raihan WTP kepada Pemkab Gunungkidul. Menurut dia, penilaian yang diberikan berdasarkan hasil audit yang dilakukan tim terhadap laporan keuangan Pemkab tahun anggaran 2018. “Sudah kami audit, baik dari sisi implementasi dan rencana aksi sehingga ditetapkan meraih opini WTP,” katanya.
Dia menjelaskan proses audit terhadap laporan keuangan pemerintah daerah mengacu pada Undang-Undang No.15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Di dalam pasal 17 dijelaskan BPK memiliki kewenangan untuk memeriksa laporan keuangan yang diserahkan oleh Pemkab. Setelah pemeriksaan selesai, BPK juga diperintahkan menyerahkan hasil dari audit yang dilakukan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pertanggung jawaban APBD. “Opini yang diberikan merpuakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Apabila di dalam pemeriksaan menemukan potensi penyimpangan, maka wajib diungkap dalam laporan hasil pemeriksaan yang diserahkan ke pemerintah daerah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.