Antisipasi Kepadatan Arus Mudik, Jalur Sisi Barat Simpang Kentungan Dibuka

Petugas mengatur lalu lintas saat simulasi rekayasa lalu lintas di Simpang Kentungan, Rabu (29/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah.
30 Mei 2019 07:17 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan pada mudik lebaran 2019, proyek pekerjaan underpass Kentungan diberhentikan sementara, selain itu, jalur sisi barat yang selama ini ditutup, juga telah dibuka sejak Rabu (29/5/2019).

Dengan dibukanya jalur disisi barat tersebut, maka kendaraan dari dan ke arah Barat dapat melalui jalur tersebut. Adapun jalur yang dibuka sepanjang 88 meter dengan lebar 18 meter.

Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas Polres Sleman AKP Faisal Pratama mengatakan, pembukaan jalur tersebut bertujuan untuk memaksimalkan volume jalan yang ada.

“Dari pelaksana proyek Underpass Kentungan berinisiasi membuka sebagian proyek ini, yakni zona satu. Kami mengantisipasi kepadatan arus pada Jumat, Sabtu, Minggu, karena prediksinya seputar hari itu sudah ada kepadatan di wilayah DIY,” kata AKP Faisal, seusai simulasi rekayasa lalu lintas di Simpang Kentungan, Rabu (29/5/2019).

Namun, meskipun sudah dibuka, kata dia, untuk kendaraan besar, pihaknya tetap mengarahkan untuk tidak memasuki Ring Road Utara, sebab, jika dipaksakan, akan membuat arus sesak dan terjadi penyempitan jalan di Simpang Kentungan.

“Jadi, untuk sementara ini, jalurnya hanya untuk kendaraan pribadi dan bus kecil, jalur ini akan dibuka sampai dengan pelaksaan operasi ketupat selesai,” ujar dia.

Enam orang Personel Polres Sleman, kata dia, juga akan disiagakan di Simpang Kentungan untuk memantau dan mengantisipasi jika nanti terjadi kepadatan arus.

“Kalau untuk durasi traffic light, kami tidak lakukan perubahan. Masih sama seperti penutupan,” ucap dia.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY AKBP Tri Iriani mengatakan, pihaknya telah meminta kepada pelaksana proyek untuk menambah lampu penerangan dan rambu-rambu petunjuk.

“Karena tadi pada saat simulasi pembukaan masih ada pengendara yang bingung, oleh karenanya hari ini sudah kami minta untuk ditambah rambu-rambu,” ucap dia.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Kentungan Satker PJN DIY Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sidik Hidayat mengatakan, jalur eksisting yang dibuat, sudah cukup kuat dan bisa dilalui kendaraan standard.

“Pekerjaan besar saat ini dihentikan, hanya tinggal pekerjaan kecil-kecil. Nanti akan dimulai lagi h+7 atau h+10 lebaran. Kalau untuk keseluruhan, saat ini progres pekerjaan sudah 35 persen,” tutup dia