Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Perhubungan Bantul mengklaim arus lalu lintas di Bantul hingga H-3 lebaran ini masih ramai lancar. Tidak ada kemacetan yang memaksa petugas harus melakukan rekayasan atau pengalihan arus lalu lintas.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Bantul, Agus Jaka mengatakan dari hasil pemantauan petugas di posko Srandakan dan Posko Sedayu, sudah ada peningkatan arus lalu lintas yang masuk Bantul sejak Sabtu (1/6/2019) lalu.
Rata-rata kendaraan yang melintas mencapai sekitar 3.000 unit per jam. Meningkat dibanding hari biasa saat jam sibuk pagi dan sore hari yang hanya sekitar 1000an unit kendaraan yang melintas per jam.
Sebagian besar kendaraan didominasi oleh kendaraan roda dua, dan kendaraan plat luar daerah. “Puncaknya diperkirakan H-2 lebaran kemungkinan bisa sampai lima ribuan kendaraan per jam yang melintas,” kata Agus, saat dihubungi Minggu (2/6/2019).
Agus memprediksi puncak arus mudik di Bantul tidak akan menyebabkan kepadatan yang cukup parah. Pihaknya justeru mengantisipasi kepadatan terjadi setelah hari raya, seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu dipicu karena banyak wisatawan yang masuk Bantul untuk berlibur.
Karena itu pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur-jalur menuju objek wisata, di antaranya Jalan Parangtritis. Mulai H+2 lebaran Jalan Parangtritis akan dibuat dua arah ke selatan dan ke utara. Sejumlah persimpangan di jalur tersebut akan ditutup.
Selain itu imbauan kendaraan besar seperti bus pariwisata dan truk tidak diperkenankan untuk melintas di Jalur Imogiri-Mangunan dan Pleret-Dlingo. “Semua kendaraan besar yang menuju objek wisata di Dlingo dan Mangunan diarahkan lewat Patuk Gunungkidul,” ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Harga rumah sekunder tetap naik di 11 kota meski rupiah melemah. Surakarta mencatat lonjakan tertinggi hingga 23,5%.
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejati DIY memperkuat kerja sama hukum. Iuran pekerja Rp13,7 miliar berhasil dipulihkan hingga 2026.
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Archipelago Hotels hadirkan Korean Street Food Festival di Jogja. Sajikan kuliner autentik hingga live cooking interaktif.
Penumpang kereta api melonjak saat long weekend. KAI mencatat 685 ribu tiket terjual, dengan Jogja jadi salah satu tujuan favorit.