Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi Takbir keliling./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Takbir keliling saat jelang Hari Raya Idulfitri dipastikan tak dilarang oleh aparat keamanan di Bantul.
Kapolres Bantl AKBP Sahat Marisi Hasibuan mengaku tak mempersoalkan jika ada masyarakat yang menggelar takbir keliling. Hanya, syaratnya adalah melaporkan kegiatan itu kepada polisi. “Selain itu juga penyelenggara [takbir keliling] harus membatasi rute. Daripada tidak dibolehkan, nanti pasti curi-curi juga. Kami tidak melarang takbir keliling, silakan,” kata Kapolres, Sabtu (1/6/2019).
Takbir keliling, kata Sahat, merupakan salah satu bentuk ekspresi masyarakat dalam menyambut Lebaran atau Hari Kemenangan sehingga memang tak perlu dilarang. Bahkan bukan hanya takbir keliling, namun takbir juga sudah dilombakan di beberapa tempat, salah satunya di wilayah Pleret dan kawasan Bantul Kota.
Kendati begitu, Sahat tetap meminta masyarakat untuk mematuhi sejumlah persyaratan, di antaranya adalah larangan penggunaan kendaraan bermotor dengan knalpot blombongan; tidak menggunakan kendaraan bak terbuka atau mobil barang untuk mengangkut orang; tidak membunyikan petasan; serta waktu kegiatan maksimum hanya boleh sampai pukul 23.00 WIB.
Selain itu Kapolres juga meminta takbir keliling cukup di wilayah Bantul. “Jangan sampai keliling sampai ke Sleman atau ke Kota Jogja. Cukup wilayah Bantul saja. Intinya boleh. Tetapi silakan lapor ke polisi, nanti kami kawal,” ujar Sahat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Bantul, Buchori Muslim mengatakan tidak mempersoalkan dan mendukung takbir keliling sebagai bagian dari siar agama. Hanya insititusinya menekankan agar peserta takbir keliling tetap mematuhi ketertiban lalu lintas, menjaga keamanan, kenyamanan, dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. “Jangan sampai kegiatan yang sebenarnya positif, justru jadi negatif karena dilaksanakan dengan cara yang salah dan melanggar aturan. Apalagi sampai membahayakan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kosti memperluas komunitas sepeda ontel hingga Papua Tengah dan menargetkan generasi muda melalui program kampus dan sekolah.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.