Rencana Malioboro Bebas Kendaraan Ditolak Pengusaha, Begini Respons Pemkot Jogja

Pelancong menikmati suasana kawasan pedestrian Malioboro, Yogyakarta yang lengang seperti terlihat pada Senin (29/05/2017). - Harian Jogja/Desi Suryanto
03 Juni 2019 20:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Ratusan Pengusaha Malioboro yang tergabung dalam PPMAY menolak rencana pemerintah untuk membebaskan Malioboro dari kendaraan bermotor. Menjawab pertanyaan itu, Pemkot Jogja memberikan respons.

Menurut Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi menjelaskan larangan kendaraan bermotor masuk Malioboro masih tahap akan diujicobakan. "Artinya, untuk mencoba dan melihat ada permasalahan apa saja yang terjadi ketika sebuah rute baru akan diterapkan secara permanen," katanya saat ditanya Harianjogja.com, Senin (3/6/2019).

Dari uji coba itu, katanya, Pemerintah akan mendapatkan input (masukan) untuk dijadikan dasar membuat kebijakan. Sebelumnya, Pemerintah juga mendapatkan masukan dari banyak pihak. "Dengan banyaknya masukan yang kami terima, nanti akan dijadikan dasar untuk melahirkan sebuah kebijakan agar pelaksanaannya nanti sesuai dengan harapan," katanya.

Pemkot, lanjut Heroe, memahami munculnya penolakan tersebut. Sebab untuk mengenalkan rute baru perlu waktu dan membiasakan sehingga penerapan sepenuhnya larangan kendaraan bermotor masuk kawasan Malioboro perlu beberapa tahapan. "Perlu beberapa tahapan dan perlu melalukan pembiasaan jalur dan rute baru itu," kata Heroe.

Sejumlah perencanaan sudah dirancang untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Jogja. Salah satunya, dengan menyiapkan manajemen lalu lintas yang baru dan signifikan impak hasil positifnya. Selain itu, Pemkot juga membuat arus jalan in/out ke Jogja dengan menjadikan sejumlah ruas jalan menjadi satu arah. Dalam penerapannya, kata Heroe, juga masih perlu kajian dan ujicoba.

"Misalnya, di mana saja ditetapkan jalan satu arah, terus membuat putaran-putaran satu arah. Keperluan gedung dan kantong-kantong parkir yang bisa disediakan. Termasuk di antaranya konsep Malioboro bebas kendaraan bermotor, kan perlu menyelesaikan dan menyediakan bagaimana masyarakat punya akses yang mudah untuk menuju Malioboro dan sekitarnya. Itu juga sudah dalam kajian," paparnya.

Ke depan juga, Pemkot akan menyediakan manajemen dan pengaturan terminal-terminal TOD yang menyambungkan antar moda transportasi, titik jemput antararmada online dan persoalan-persoalan sosial dan ekonominya. "Jadi ujicoba besok, merupakan upaya untuk memperoleh masukan dan menemukan permasalahan yang terjadi. Hasil ujicoba itu didiskusikan dengan berbagai pihak termasuk masyarakat di Malioboro," kata Heroe.

Sebelumnya, Ketua PPMAY Sadana Mulyono mengatakan rencana Malioboro bebas kendaraan bermotor mereka tolak karena selama ini tidak pernah dilibatkan untuk membahas kebijakan yang diambil pemerintah. Padahal mereka (PPMAY) juga merasakan dampak dari kebijakan yang dilakukan. "Kami tidak setuju dengan pembebasan kendaraan bermotor di Malioboro. Selain kami tidak pernah diajak rembuk, kami resah dengan kebijakan tersebut," katanya saat gelar jumpa pers di Hotel Pesona Malioboro, Sabtu (1/6/2019).

Menurutnya, banyak pertanyaan yang muncul ketika uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor digelar. Mulai akses masuk para pemilik toko, pelanggan dan pengunjung Malioboro, kendaraan mereka akan diparkir di mana? "Kalau parkir di Abubakar Ali, kemudian mau belanja di lokasi (Malioboro) yang tengah. Mau nggak berjalan kaki? Intinya rencana tersebut membuat meresahkan kami. Penghasilan akan turun sekitar 50%," katanya.