Desa Wisata Nglinggo Tawarkan Atraksi Wisata Jeep

Suasana atraksi tambahan wisata Jeep yang ada di Desa Wisata Nglinggo Desa Wisata Nglinggo Barat, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
08 Juni 2019 16:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pada momen libur Lebaran tahun ini, Desa Wisata Nglinggo Barat, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY menyediakan paket liburan off-road bagi wisatawan yang ingin mengelilingi objek wisata yang ada di desa wisata yang merupakan segitiga emas wilayah Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Magelang.

Koordinator Lapangan Desa Wisata Nglinggo, Kukuh Ariatin mengatakan, jika pada saat Lebaran ini ada peningkatan yang signifikan bagi wisatawan yang ingin menyewa jeep untuk berkeliling di sekitar kawasan Nglinggo.

"Ada peningkatan yang signifikan, tapi itu tidak membuat kami menaikkan harga, harga tetap sama seperti hari biasa," kata Kukuh kepada Harian Jogja, Sabtu (8/6/2019).

Upaya tidak menaikkan harga sewa atraksi Jeep sendiri, lanjut Kukuh, memang merupakan strategi dari para sopir agar para pengunjung tak ragu untuk menyewa Jeep untuk berkeliling di objek wisata yang ada di Desa Wisata Nglinggo.

"Jadi ada paketan ekonomis sekali, bahkan ada paketan sukarela, artinya kalau penumpang sekiranya tidak kuat ya tetap coba kami angkut, karena dulu sifatnya memang atraksi ini lebih ke sosial, namun kok kalau sosial terus kita juga harus beli bensin sendiri," jawabnya sambil bercanda.

Jeep wisata di Desa Wisata Nglinggo sendiri, kata Kukuh, sudah berdiri sejak 2012 lalu.

Dia mengatakan, untuk kisaran harga sewa Jeep di Desa Wisata Nglinggo sendiri dipatok harga Rp50 ribu-Rp1,5 juta. "Naik turun sampai kebun teh misalnya hanya kami patok Rp50.000," kata Kukuh yang juga merupakan seorang sopir atraksi Jeep di Nglinggo.

Untuk keliling, kata Kukuh, ada dua klasifikasi, yaitu ada keliling on-road ada keliling off-road. Kalau keliling on-road antar objek wisata itu kita hargai Rp250.000, off-road yang pendek juga ada Rp250.000, ada yang medium dan ada yang panjang juga,

Kukuh mengatakan,ada juga yang satu hari satu malam dengan harga Rp1,5 juta.

"Kita nginapnya di hutan, itu sudah termasuk logistik, itu kita betul betul off-road, jadi tidak hanya sebatas enjoy enjoy semata, tapi kita betul-betul off-road, bahkan kadangkala penumpang harus turun membantu untuk narik tambang ketika ada trouble di hutan," tutupnya.