Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Ilustari pendafataran CPNS online./menpan.go.id
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul tengah menyiapkan formasi jabatan untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang akan dibuka dalam waktu dekat ini. Penyiapan formasi tersebut setelah Pemkab mendapat kepastian adanya penerimaan CPNS setelah Idulfitri 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada akhir Mei lalu.
“Kami sudah menerima surat resmi dari Kemenpan RB soal sebentar lagi ada rekrutmen PNS. Kami diminta mengajukan formasi jabatan maksimal dua pekan di bulan Juni ini,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Danu Suswaryanta, Minggu (9/6/2019).
Danu mengatakan kebutuhan pegawai atau aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Bantul tahun ini sekitar 2.049 orang. Jumlah tersebut sudah berkurang dari kebutuhan sekitar 2.600 orang pada 2018. Tahun lalu sudah terisi sebanyak 551 orang dalam proses CPNS. Danu menyatakan jumlah kebutuhan ASN tersebut termasuk yang memasuki usia pensiun tahun ini yang jumlahnya mencapai sekitar 500 orang lebih.
Dia belum mengetahui berapa kuota CPNS untuk Bantul. Danu berharap kuota CPNS untuk Bantul lebih banyak dibanding tahun lalu. Dalam CPNS tahun lalu, Pemkab Bantul mendapatkan kuota 656 formasi, namun yang terisi hanya 551 orang. Sisanya tidak terisi karena pendaftar tidak memenuhi syarat.
Lebih lanjut Danu mengatakan berdasarkan surat resmi Kemenpan RB, selain membuka rekrutmen CPNS tahun ini juga membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Malah informasinya kuota lebih banyak PPPK dibanding CPNS. Bandingannya 70 persen PPPK dan 30 persen CPNS,” ujar Danu.
Sejauh ini BKPP Bantul, kata dia, masih merumuskan formasi jabatan mana yang akan diisi oleh CPNS dan jabatan yang akan diisi PPPK. Rumusan tersebut nantinya segera disampaikan ke Kemenpan RB.
Danu meminta masyarakat yang berniat mendaftar sebagai CPNS atau PPPK agar menyiapkan berkas maupun materi untuk bisa ikut seleksi. Menurut dia, materi seleksi CPNS dan PPPK biasanya tidak jauh berbeda.
Disinggung soal nasib PPPK hasil seleksi Februari lalu, dia mengaku masih menunggu kepastian dari Pusat. Dinasnya sudah mengajukan ke Pemerintah Pusat agar mengeluarkan Nomor Induk Kepegawaian (NIP) untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis, sebelumnya mengatakan terkait dengan PPPK hasil seleksi tinggal menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat. “Sejauh ini tidak ada persoalan, termasuk soal anggaran gaji sudah dianggarkan,” ucap mantan Sekretaris DPRD Bantul itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Bulog mempercepat penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan. Stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton dan dinilai aman untuk menjaga harga beras.
Anggota Polres Tuban berinisial TS meminta maaf atas video viral yang melibatkan dirinya. Korban menerima permintaan maaf dan memilih jalur damai.
Seorang bidan RSUD Besuki ditemukan meninggal di drainase Pantura Situbondo. Polisi menyelidiki dugaan pembunuhan dan melakukan olah TKP.
Kim Jong Un mengungkap rencana pengembangan senjata bawah air rahasia sebagai bagian dari modernisasi angkatan laut Korea Utara.
Megawati Soekarnoputri membuka pameran Mata Hati Soekarno di Bantul. Sebanyak 47 perupa menafsirkan pemikiran dan warisan Bung Karno.