Malioboro Crowded, Jogja Bike Malah Sepi

Salah satu shelter Jogja Bike di Malioboro, Selasa (11/6/2019). - Harian jogja/Lugas Subarkah
11 Juni 2019 23:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Libur Lebaran 2019 ini Malioboro kembali dipadati wisatawan. Berbanding terbalik dengan ramainya Malioboro, layanan sepeda berbasis online Jogja Bike yang beroperasi di sepanjang Malioboro malah sepi pengguna.

Hal ini disampaikan Human Resource and General Affair Jogja Bike, Aji Prasetyo, kepada Harianjogja.com, Selasa (11/6/2019). Penurunan pengguna ini disebabkan saking crowded-nya Malioboro, sehingga sepeda tidak bisa leluasa bergerak.

Ia menuturkan, di hari biasa pengguna Jogja Bike bisa sampai 300 orang. Tapi di libur Lebaran ini menurun, dengan rata-rata pengguna 150 orang per hari. "Karena hampir nggak ada space buat sepeda," katanya.

Rata-rata pengguna Jogja Bike selama libur lebaran adalah di pagi hari. Di waktu ini, pengunjung Malioboro belum terlalu padat, sehingga sepeda bisa melenggang bebas di areal semi pedestrian Malioboro. "Jam 11 pagi mentok sudah berkurang penggunanya," kata dia.

Ia mengatakan, pengguna Jogja Bike di masa libur Lebaran kebanyakan mereka yang hendak mengunjungi tempat yang agak jauh, keluar dari kawasan Malioboro. Beberapa destinasi seperti Alun-alun atau daerah tugu.

Selama libur Lebaran, Jogja Bike masih beroperasi seperti biasa, yakni pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. "Cuma pas hari H lebaran kami mulai jam tiga sore," katanya.

Saat ini Jogja Bike memiliki 17 shelter dan 130 sepeda yang tersebar di sepanjang Malioboro dan Kotabaru. Untuk libur Lebaran ini, sementara hanya shelter di Malioboro yang diaktifkan.

Operasional Jogja Bike berbasis aplikasi. Sejak pertama diluncurkan pada Oktober 2018 lalu, sampai saat ini aplikasi Jogja Bike telah diunduh 12.000 pengguna. "Permasalahan kami sering temui di jaringan, karena di Malioboro ini terlalu crowded jadi saling rebutan," katanya.