3.000 Hektare Sawah di Bantul Panen

Bupati Bantul Suharsono menaiki traktor saat menghadiri acara Gerakan Panen Padi di Dusun Polaman, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu pada Selasa (11/6/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
11 Juni 2019 16:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 3.000 hektare sawah di Bantul mulai memasuki masa panen. Selama masa tanam kali ini, petani banyak mengeluhkan kurang lancarnya irigasi dan gangguan hama.

Ketua Kelompok Tani Sedyo Makmur, Dusun Polaman, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Paino mengatakan panen padi tersebut hasil dari tanam di Maret. Menurut dia, kendati hasil panen cukup baik, namun, ada berbagai kendala yang dihadapi petani.

"Ada hama sundep dan wereng cokelat. Hasilnya [panen] baik, tapi [produktivitas] kurang. Mudah-mudahan yang akan datang bisa lebih baik," ujar Paino di sela-sela Gerakan Panen Padi di Bulak Kelompok Tani Sedyo Makmur, Dusun Polaman, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Selasa (11/6/2019).

Saat ditanya soal angka produktivitas panen di wilayahnya, dia mengatakan dari lahan seluas 23 hektare, hasil panen bisa mencapai 7,5 ton per hektare. “Nah menghadapi musim kemarau, petani di Sedayu juga biasa terkendala dengan saluran irigasi yang kurang lancar. Biasanya, petani memanfaatkan perubahan pola tanam saat musim kemarau. Saat kemarau, sebagian petani mengganti tanaman padi dengan palawija,” ucap dia.

Camat Sedayu, Fauzan Mua'rifin mengatakan permasalahan saluran irigasi terjadi di sebagian Kecamatan Sedayu yaitu pada wilayah Sedayu bagian barat. Dia mengatakan apabila tidak ada kendala di masalah irigasi dan masalah hama, maka produksi padi bisa lebih banyak hingga 10%- 15%.

"Ada satu dua permasalahan irigasi. Untuk Sedayu barat kami akan koordinasi dengan Kecamatan Moyudan [Kabupaten Sleman], agar asupan irigasi di jalur irigasi Van Der Wijk lebih lancar. Air banyak, penanaman padi bisa lebih baik," kata dia.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Haryadi mengatakan cara untuk mengatasi permasalahan kekeringan yang berdampak pada pertanian saat musim kemarau harus ditempuh dengan melakukan pola tanam yang tepat.

Untuk itu dia mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY guna mengetahui waktu dan titik paling kering di Bantul saat musim kemarau. "Kalau untuk produksi [padi] di Bantul saat ini masih normal. Ada sekitar 3.000 hektar di Bantul yang panen dengan rata-rata produktivitas padi di Bantul mencapai tujuh ton per hektare," kata Pulung.

Sementara Bupati Bantul Suharsono yang juga hadir dalam kagiatan panen di Bulak Kelompok Tani Sedyo Makmur, Dusun Polaman, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu itu mengatakan kendala petani terkait irigasi maupun hama harus diatasi agar tidak menggangu hasil panen padi di Bantul.

Dia mengaku akan menyediakan dana bantuan selain dari dana desa yang diberikan pada desa untuk pengelolaan pertanian. "Tapi tidak berwujud uang. Bisa berwujud infrastuktur pertanian. Kebutuhannya seperti apa, semisal pompa, nanti diajukan saja, berapa ratus juta ke Pemkab," tutur Suharsono.