19 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Bantul Selama Lebaran

Ilustrasi polisi mengamankan lokasi tergulingnya truk bermuatan batu di Jalan Kawijo No.11, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Rabu (8/5/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
13 Juni 2019 09:47 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL --Operasi Ketupat Progo 2019 yang berlangsung pada selama 13 hari di Wilayah Bantul telah usai pada Senin (10/6/2019). Tercatat 19 kecelakaan terjadi selama arus mudik dan arus balik lebaran 2019 tersebut.

Kasatlantas Polres Bantul AKP Cerry Nova menyampaikan bahwa selama operasi berlangsung ada 19 kecelakaan yang terjadi di Bantul. Pada tahun ini pihaknya membuka lima posko pengamanan yang tersebar di wilayah Bantul dan masih ditambah dengan satu pos pelayanan guna memberikan keamanan dan kenyamanan selama arus mudik dan arus balik berlangsung.

“Jadi hasil dari operasi kemarin ada 19 kecelakaan yang ada di Bantul, empat diantaranya meninggal dunia. Dua adalah warga Bantul dan dua lainnya merupakan pemudik yang bukan asli Bantul, kejadiannya ada di Jalan Srandakan sama Sedayu,” kata AKP Cerry Nova Selasa (11/6/2019).

Menurutnya empat kecelakaan yang menyebabkan kematian tersebut disebabkan oleh para kelalaian pengendara saat melakukan perjalanan, selain itu selama operasi berlangsung pihak Polres juga tidak melakukan penilangan sama sekali.

“Kecelakaan tersebut terjadi karenan kelalaian para pengendara yang memang murni kelalaian dan tidak disebabkan oleh faktor lainnya, jadi kami himbau berhati-hatilah dijalan untuk para pemudik yang masih berada di Bantul maupun  yang sedang dalam perjalanan arus balik, sebelum melakukan perjalanan mohon kendaraannya dicek dulu agar tidak terjadi lagi kecelakaan yang menyebabkan kematian,” katanya.

Ia menjelaskan selama operasi berlangsung tidak ada bus muatan besar yang melanggar terhadap aturan yang melarang bus besar melewati jalan Cinomati.

“Lalu selama operasi pihak kami juga tidak melakukan penilangan sama sekali, jadi hanya sebatas teguran-teguran saja kepada para pengendara. Dalam operasi kali kita memang tidak menargetkan apa-apa, tujuan kami hanya memberikan pelayanan serta kenyamanan pagi para pemudik dan juga pengendara lainnya,” ucapnya.